Novel “Negeri 5 Menara” Akan Dibawa ke Frankfurt Book Fair 2015 – Radar Selatan

Radar Selatan

Hiburan

Novel “Negeri 5 Menara” Akan Dibawa ke Frankfurt Book Fair 2015

Ahmad Fuadi (42), penulis Negeri 5 Menara, novel yang sudah difilmkan, mengungkapkan akan membawa karyanya itu ke Frankfurt Book Fair (FBF) 2015, yang akan diselenggarakan di Frankfurt, Jerman, pada 14-18 Oktober mendatang. Novel tersebut diterbitkan pada 2009 oleh Gramedia Pustaka Utama, yang merupakan bagian dari Group of Retail and Publishing (GoRP) dari Kompas Gramedia (KG). GoRP KG menjadi salah satu perusahaan penerbitan yang mewakili Indonesia sebagai tamu kehormatan FBF 2015.

“Saya sudah menulis tiga novel (trilogi) ya, Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, dan Rantau 1 Muara. Nah, yang pasti dibawa paling tidak yang pertama, Negeri 5 Menara,” tutur Fuadi dalam wawancara di Hotel Santika Premiere, Jalan Aipda KS Tubun, Jakarta Barat, Rabu (19/9/2015).

“Karena untuk dibawa ke Jerman itu sudah harus dalam bahasa asing, kebetulan Negeri 5 Menara sudah dalam bahasa Inggris, The Land of Five Towers, dan sedang dalam proses penerjemahan ke bahasa Jerman. Mudah-mudahan dalam acara itu akan ada dua edisi asing ya, Inggris dan Jeman. Selain itu, buku kedua, Ranah 3 Warna, sedang dalam proses penerjemahan ke bahasa Inggris. Yang kalau sudah selesai itu juga bisa dibawa,” sambungnya.

Fuadi bersama 78 penulis lain dari Indonesia akan ambil bagian dalam FBF 2015. Ia berharap bisa mengenalkan karya khas Indonesia di ranah internasional.

“Harapan saya sih kita bisa ke Frankrut itu untuk bawa karya Indonesia ke panggung dunia. Selama ini kita jadi konsumen ya, buku yang kita baca kebanyakan buku luar. Seperti tadi, yang dibilang Mas Wandi S Brata (penulis), 50 persen terjemahan. Kapan orang luar baca buku Indonesia. Menurut saya, Frankfrut Book Fair adalah etalase buku Indonesia di panggung dunia. Mudah-mudahan orang luar tertarik,” ujarnya.

Bagi Fuadi, Indonesia merupakan negara yang kaya akan materi cerita, tetapi kebanyakan belum tersampaikan ke luar negeri.

“Indonesia enggak kekurangan materi, konten kita tuh luar biasa. Cerita kita unik-unik dari 17.000 pulau, cuma orang enggak tahu. Kenapa bisa enggak tahu, karena enggak diterjemahin,” ujar pria kelahiran Maninjau, Sumatera Barat, ini.

Di samping Fuadi, sejumlah sastrawan, antara lain Sapardi Djoko Damono dan Ahmad Tohari, juga akan ambil bagian dalam FBF 2015 bersama karya-karya mereka.

Sementara itu, Gramedia International juga akan menjual hak penerbitan buku-buku para penulis Indonesia yang telah diterbitkan oleh GoRP kepada penerbit-penerbit luar Indonesia.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!