Bangun Kereta Api, Interkoneksi Daerah Harus Diperkuat – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Hot News

Bangun Kereta Api, Interkoneksi Daerah Harus Diperkuat

Makassar – Pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi harus diantisipasi dengan penguatan interkoneksi simpul-simpul perekonomian daerah melalui kelembagaan yang ada.
Sebelum perencanaan pembangunan kereta api trans Sulawesi, enam provinsi di Sulawesi sudah membentuk lembaga bernama Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) melibatkan gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Tengah (Sulteng), Gorontalo, Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Tenggara (Sultra) serta beranggotakan para bupati dan wali kota dan kalangan pengusaha.
“Sulawesi sudah punya BKPRS, harusnya lembaga ini difungsikan untuk mengintegrasikan potensi wilayah, pelibatan kelembagaan serupa juga dilakukan di negara-negara maju,” ujar Hamid Paddu, Pakar Ekonomi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar , Selasa 13 Oktober.
Kereta api sebagai transportasi massal berbiaya murah memang merupakan solusi untuk menghubungkan simpul-simpul produksi antardaerah, memancing masuknya investasi, membuka industrialisasi terutama agroindustri dan menekan ketergantungan pada barang impor.
Menurutnya, infrastruktur yang akan mewarnai perkembangan roda perekonomian di Sulawesi itu sangat erat dengan kondisi menjelang Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan yang memerlukan kerangka pembangunan baru untuk mengakomodasi semua perubahan yang terjadi pascaMillennium Development Goals (MDGs) berakhir 2015.
MGDs sebagai bagian dari program pembangunan nasional terkait dengan isu-isu mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia, perdamaian, keamanan dan pembangunan hingga 2015, MDGs berakhir dan memasuki Sustainable Development Goals (SDGs) meliputi pembangunan manusia (Human Development), di antaranya pendidikan, kesehatan, pembangunan sarana dan prasarana lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi.
“Kita akan menghadapi bonus demografi menjelang Sustainable Development Goals, dimana usia produktif diatas 15 tahun akan sangat banyak dan ini pemberian alam yang harus dimanfaatkan untuk jangka waktu 20 hingga 25 tahun ke depan, sebelumnya kita menghadapi masalah dengan perbandingan 1 : 4, artinya, dalam satu rumah tangga hanya satu orang yang bekerja (produktif),” katanya.
Hamid berharap, rencana pemerintah membangun kereta api trans Sulawesi dapat segera terwujud karena infrastruktur itu akan membuka akses wilayah, membawa produksi antar daerah terhubung secara baik menuju pintu keluar barang dan jasa dengan skala angkut yang lebih tinggi, mempercepat lalu lintas barang, meningkatkan aksesibilitas, menekan biaya produksi, membuat skala produksi lebih tinggi dan mendorong keunggulan komparatif produk sehingga semua itu dapat memicu perkembangan ekonomi regional. (bs)

To Top