Hanura Masih Tunggu Informasi Resmi KPK – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Politik

Hanura Masih Tunggu Informasi Resmi KPK

JAKARTA- Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Hanura Sarifudin Sudding sudah mendengar kabar bahwa ada teman sefraksinya diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam sebuah operasi tangkap tangan. “Kita baru dapat infonya dari media sosial. Kita juga belum tahu pastinya,” jelas Sudding.
Sudding sendiri masih menunggu pengumuman resmi dari lembaga anti rasuah tersebut. “Kita lihat perkembangannya,” sambung Sudding.
Sejauh ini Sudding belum mengontak anggota DPR yang diduga diamankan KPK tersebut. Namun, sudah ada teman sejawatnya yang mencoba menghubungi. “Tapi HP-nya nonaktif,” tandasnya.
Sebelumnya Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji mengakui pihaknya melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta, Selasa (20/10). OTT itu terkait dengan dugaan suap. Indriyanto menjelaskan dari OTT telah diamankan 7 orang. “Diduga melibatkan anggota DPR RI,” imbuhnya.
Sejauh ini salah seorang yang disebut-sebut ditangkap dalam OTT kali ini adalah Dewi Yasin Limpo, anggota DPR dari Fraksi Hanura. KPK mengantongi bukti uang suap sekitar Rp 1,5 miliar dari OTT ini. Uang diterima adik Gubernur Sulawesi Selatan Sahrul Yasin Limpo itu dalam bentuk dolar AS dan Singapura.
Sementara Ketua Fraksi Partai Hanura di DPR, Nurdin Tampubolon mengaku telah diperintahkan ketua umumnya Wiranto untuk mencari tahu kasus apa yang diduga menjerat Anggota DPR dari Hanura, Dewie Yasin Limpo (DYL), di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Saya sudah kordinasi dengan DPP. Ketum memerintahkan saya mencari permasalahannya apa. Jadi kelihatannya adalah memang jelas dia (DYL) ditangkap. Kasusnya apa saya belum tahu,” ujar Nurdin di gedung DPR Jakarta, Selasa (20/10) malam.
Anggota Komisi III DPR itu menegaskan bahwa partainya mendukung upaya pemberantasan korupsi oleh KPK, termasuk operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan terhadap DYL. “Tapi dengan OTT-nya itu kita mendukung proses hukum yang berlaku. Kalau memang anggota kami ini juga melakukan kesalahan katakanlah korupsi atau menerima sesuatu, ya hukumlah yang menjadi panglima,” tegasnya.
KPK mengamankan seorang politikus perempuan di DPR dalam operasi tangkap tangan (OTT) di sebuah lokasi di Jakarta. Ia ditangkap bersama lima orang lain yang saat ini sudah berada di KPK. DYL sendiri merupakan Anggota DPR fraksi Hanura periode 2014-2019 dapil Sulawesi Selatan I.(jpnn)

To Top