Hijabers Cantik Calon Anggota Pemadam Kebakaran New York – Radar Selatan

Radar Selatan

Hot News

Hijabers Cantik Calon Anggota Pemadam Kebakaran New York

Jakarta – Kian banyak hijabers yang tak takut lagi untuk mengembangkan kemampuannya termasuk saat memilih profesi. Beberapa wanita berhijab memiliki pekerjaan atau kegiatan yang banyak dilakoni pria seperti menjadi wasit sepakbola hingga personel band metal. Ahlam Ahmed akan menjadi hijabers dengan profesi yang didominasi pria yakni pemadam kebakaran.
Wanita 18 tahun itu mempunyai keinginan kuat untuk menjadi anggota pemadam kebakaran di New York. Meskipun tubuhnya mungil, hal tersebut tidak membuatnya mundur dan takut menjalani pekerjaan menantang sebagai seorang pemadam api. Seperti dilansir dari The Village Voice, Ahmed menjadi salah satu peserta wanita yang mendaftar di Fire Department New York (FDNY) Academy.
Ahmed juga menjadi satu-satunya peserta wanita berhijab yang mendaftar dalam kelas FDNY Academy di Randalls Island. Gadis berdarah Yaman ini tergabung dalam kelompok wanita yang berjumlah sekitar 60 orang. Para wanita tersebut yang bergabung dalam kelas pemadam ini untuk menginspirasi lebih banyak perempuan untuk masuk ke FDNY.
Ahmed mengatakan awalnya tidak pernah bermimpi untuk menjadi pemadam kebakaran. Namun saat ia datang ke acara career fair Kingsborough Community College dan melewati booth FDNY, Ahmed ditawarkan oleh salah satu anggota pemadam untuk bergabung. Awalnya mahasiswi senior di Al-Ihsan Academy, Queens, ini menolak karena alasan orangtua dan tidak yakin bisa bekerja sebagai seorang pemadam.
“Awalnya aku seperti tidak bisa melakukan itu. Aku punya orangtua yang tegas dan aku seorang gadis kecil, tubuhku juga mungil,” tutur Ahmed.
Meski ia menolak, anggota pemadam yang menawarinya meyakini Ahmed untuk mencoba terlebih dahulu. “Ia berkata ‘Ayo lakukan! Daftar! Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi’ Itu mendorongku untuk mencobanya,” tambah Ahmed.
Saat bergabung di kelas FDNY Academy, ia melakukan serangkaian latihan, sesi mentoring, dan diskusi tentang karier bagi wanita di departemen pemadam kebakaran. Pimpinan United Women Firefighters, Sarinya Srisakul, juga memberikan penjelasan dan pengarahan kepada calon anggota muda pemadam.
Sarinya mengatakan, tidak banyak wanita yang tergabung dalam departemen ini. Dari 10 ribu petugas pemadam di FDNY, hanya ada 44 wanita. “Dengan cara ini kita memperkenalkan wanita-wanita muda untuk menjadi pemadam kebakaran,” jelas Sarinya.
Selain mendapat pengarahan dari Sarinya, mereka kemudian dibagi menjadi lima kelompok. Para wanita itu termasuk Ahmed diminta untuk memadamkan mobil yang terbakar. Mereka juga belajar mengatur tangga dan membuka pintu yang terkunci memakai palu serta linggis.
Pertamakali mengikuti kelas sebagai pemadam, Ahmed mengatakan semua alat untuk memadamkan api sangat berat. Ia harus membawa beban hingga 22 kilogram bahkan anggota pemadam lain mengatakan biasanya beratnya bisa mencapai 68 kilogram saat sedang bertugas.
Tidak hanya itu, ia juga khawatir dengan penggunaan jilbabnya karena belum pernah ada anggota berhijab di FDNY. Meski demikian, ia mengatakan tidak akan melepas jilbabnya.
“Aku selalu berhijab, ini untuk perlindungan, ketika aku menutupi pantatku dan payudaraku, aku merasa terlindungi, aku menyukainya,” ujar Ahmed.
Meskipun dilanda rasa kekhawatiran karena alat-alat pemadam yang cukup menyulitkan serta mengenai penggunaan hijabnya, Ahmed tetap yakin bisa menjadi seorang pemadam kebakaran. Ia mengaku ini pekerjaan yang menarik.
“Ya, aku masih ingin menjadi seorang petugas pemadam kebakaran karena ini pekerjaan yang menarik dan aku memiliki kepentingan dalam menyelamatkan hidup masyarakat,” tandasnya yakin.
Elisheva Zakheim, humas FDNY, menuturkan bahwa mereka berusaha mengakomodasi anggota baru yang mengenakan pakaian terkait agama seperti hijab. Namun hal itu masih dipertimbangkan karena menyangkut hidup dan mati banyak orang. Bila atribut agama menjadi kendala bagi anggota pemadam dalam bertugas maka hal tersebut tidak dapat ditoleransi.
“Keselamatan menjadi perhaian kami, baik laki-laki maupun perempuan. Jika Anda tidak bisa memakai peralatan maka Anda akan menempatkan anggota lain, masyarakat, dan kota New York adalam bahaya,” pungkas Elisheva.
Mendengar hal itu, Ahmed pun tidak putus asa. Ia hanya ingin terus berlatih dan meminta persetujuan kepada orangtuanya. (in)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!