Perawat Akan Diberi Sanksi – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Perawat Akan Diberi Sanksi

*Selfie di Ruang Operasi

BULUKUMBA, RS — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja Bulukumba, akan segera menjatuhkan sanksi kepada perawat atau tim yang melakukan foto Selfie di ruang operasi.
Dimana foto tersebut telah menghebohkan media sosial. Sanksi ini diberikan setelah dilaksanakan rapat koordinasi bersama dewan komite perawatan dan komite etik yang dijadwalkan, Senin 26 Oktober hari ini.

Direktur RSUD Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Dr Wahyuni mengakui, jika beredar foto selfie perawatnya di ruang operasi saat akan melaksanakan tugas.
Maka dari itu akan segera melakukan rapat internal dan akan menentukan sanksi kode etik kepada perawatnya.
“Tidak dibenarkan itu dan pasti melanggar kode etik. Sanksi akan dijatuhkan pada mereka yang terbukti.
Besok kita liat apa sanksi yang akan diberikan dari hasil rapat dilakukan besok, dan sebagai pembelajaran pada yang lain,” terangnya, Minggu 25 Oktober.
Ketua Komisi D, Fahidin, yang dikonfirmasi mengungkapan jika sanksi tidak usah diberikan pada perawat yang telah melanggar kode etik, mengingat mereka yang melakukan selfie merupakan Mahasiswa magang di RSUD yang masih labil, sehingga sanksi bukan jalan keluar yang tepat.
Menurut Fahidin, pembinaan kepada mereka lebih tepat yang harus dilakukan pihak RSUD, kedepannya tidak ada lagi perawat yang melakukan pelanggaran. “Ini harus menjadi pertimbangan kepada pihak rumah sakit. Harus mempertimbangkan hal-hal yang kemungkinan terjadi kedepannya, termasuk karir si perawat ini,” jelasnya.
Fhyna, salah seorang perawat RSUD meminta maaf karena telah melakukan selfi di ruang operasi, dan telah beredar luas di media sosial (medsos) yang dilakukan sesaat sebelum operasi.
“Kami memohon maaf dengan kekeliruan yang kami lakukan, dengan berfoto di ruang operasi rumah sakit yang kami tempati mengabdi, yang kini menjadi pembicaraan kontroversi, yang kami baru sadari. Sekali lagi saya secara pribadi minta maaf yang sebesar besarnya kepada semua pihak, kami manusia biasa yang tak lepas dari kekhilafan,” Kata Fhyna yang juga ada dalam foto tersebut, Minggu 25 Oktober.
Menurutnya, apa yang telah terjadi akan menjadi pelajaran. Bahkan, ia berjanji tidak mengulanginya. “Ini sudah pelajaran bagi kami. Kami tidak ada maksud lain apa-apa,” katanya.
Hal senada diungkapkan Riswan yang juga perawat dan ada dalam foto.
Ia sangat menyesal dan minta maaf atas kelakuan yang ia lakukan. “Saya sangat meminta maaf kepada semua elemen masyarakat khususnya di Bulukumba dengan yang kami lakukan ini dan sangat menyesal. Tidak ada maksud tertentu,” sesalnya. (one-awa/ris/B)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!