Investor Gula, Garap Sulsel – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Investor Gula, Garap Sulsel

MAKASSAR, RS — Industri gula di Sulawesi Selatan sedang digenjot pemerintah. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memboyong sejumlah investor ke Sulsel, untuk meneken MoU (Memorandum of Understanding) terkait pembangunan pabrik gula.

“Ini bukan cuma MoU. Karena sebelumnya sudah enam bulan kita bicarakan, dan dalam waktu dekat akan segera kita realisasikan,” terang Amran, di sela-sela Temu Bisnis Investor Agribisnis, di
Ballroom Hotel Novotel, Selasa, 27 Oktober kemarin.
Gula merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang digenjot nilai tambahnya, dengan melakukan investasi industri untuk hilirisasi. Dua komoditas lainnya, yakni Sapi, dan Jagung. “Dengan menggenjot agribisnis di tiga jenis pangan ini, kita sudah menghitung, investasinya sampai Rp113 triliun,” sebut Amran.
Khusus pembangunan industri gula, Amran mengungkapkan, investasinya sampai Rp95 triliun. Dengan posisi lahan sekitar 450 ribu hektare saat ini, cuma mampu menyuplai 2 juta ton gula. Sementara, kebutuhan sampai 5 juta ton pertahun secara nasional. “Kita pun impor 3 juta ton,” katanya.
Dia menyebutkan, investasi Rp95 triliun tersebut, termasuk upaya penyediaan lahan hingga 2 juta hektare, sehingga pada 2019, bisa memproduksi hingga 4 juta ton. Khusus di Sulawesi Selatan, daerah ini menargetkan harus menambah 50 ribu hektare lahan, dari yang tersedia 13.500 hektare saat ini.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menyebutkan, dengan tiga pabrik yang ada di Sulsel, itu cuma mampu mengolah 28 ribu ton pertahun. “Makanya, kita butuh satu pabrik berkapasitas 90 ribu ton,” katanya. Sehingga, menurut dia, Sulsel bisa menyumbang hingga 120 ribu ton gula di tingkat nasional.
Kemarin, dari tujuh investor yang meneken MoU, tiga di antaranya adalah investor gula yang berniat berinvestasi membuka lahan di Sulsel. Empat perusahaan tersebut, yakni PT Green Thumb (berencana di Bone), Marketindo Selaras (Gowa), dan Makassar Tene (Takalar -Jeneponto).
Sekretaris Dinas Perkebunan Sulsel, Ardin Tjadjo, menyebutkan, paling tidak ada satu pabrik dibangun di Sulsel. Investasinya satu unit sekitar Rp5 triliun. Salah satu investor asal India, PT Green Thumb, siap melakukan investasi, khususnya di Sulsel. “Kita berencana investasi sampai
USD110 juta (sekitar Rp1,4 triliun) di sini,” terang Gurumurthy Naratajan, konsultan PT Green Thumb.
Dia menyebutkan, India punya pengalaman yang panjang, sebagai salah satu negara terbesar penghasil gula. “Kita punya teknologi yang efisien, untuk sistem penanaman gula yang efisien. Kita bukan cuma mereproduksi, tapi merevitalisasi yang ada, dan melakukan modernisasi,” tukas Gurumurthy. (**)

To Top