RSUD Sanksi Perawat Selfie di Ruang Operasi – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

RSUD Sanksi Perawat Selfie di Ruang Operasi

REPORTER: AKBAR WAHYUDI
EDITOR: RISKANDI NUR

BULUKUMBA, RS — Tiga perawat medis bagian instalasi bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Radja Bulukumba, yang melakukan foto selfie sebelum melakukan operasi mendapat sanksi dengan memindahtugaskan dari tempat sekarang ke bagian lain, dan Fhyna dibebas tugaskan dari tugas perawatan . Keputusan ini dilakukan setelah pihak internal RSUD Sultan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba melakukan rapat dengan melibatkan bagian komite etik. Dimana ini menyusul setelah beredar luasnya foto – foto selfie yang dilakukan para tim medis itu ke dunia maya.
“Setelah kita melakukan rapat koordinasi dengan internal RSUD bersama komite etik, maka menjatuhkan sanksi dengan memindah tugaskan dari tempat yang sekarang ke kamar perawatan, ” kata Direktur RSUD Sultan Daeng Radja, dr Wahyuni, kepada awak media, Selasa 27 Oktober.
Surat Keputusan yang ditandatangani oleh dr Wahyuni menyebutkan, Anita Usman yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dipindahkan dari bagian instalasi bedah sentral ke kamar perawatan tiga plamboyan. Selanjutnya, Nurfina Hafsah dibebas tugaskan dari semua pelayanan keperawatan serta memindahkan dari instalasi bedah sentral ke bagian administrasi umum dan kepegawaian dan selanjutnya di lakukan pembinaan.
Kemudian, Risma Iswandi memindahkan dari tenaga instalasi bedah ke kamar perawatan Seruni. Sedangkan Muh Yusuf memindahkan dari instalasi bedah sentral ke kamar perawatan Pavilium. ” Atas nama RSUD dan pemerintah daerah, saya selaku direktur meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat khususnya Kabupaten Bulukumba yang dimana, perawat yang telah melakukan foto selfie. Hal ini akan menjadi perubahan besar bagi RSUD kedepannya,” jelasnya.
Sehari sebelumnya, Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan mendatangi langsung pasien RSUD yang ada dalam foto itu. Bahkan secara langsung, Zainuddin meminta maaf kepada keluarga. ” Saya selaku bupati Bulukumba meminta maaf dan semoga, apa yang menjadi pembelajaran hari ini tidak terulang lagi dan tercipta pelayanan kesehatan yang lebih baik,” kata Zainuddin .
Sementara, Salah seorang perawat yang diberikan pemindahan, Nurfina enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengaku sangat menyesal telah melakukan itu. Ia juga tidak menyangka gara-gara fotonya itu menjadi petaka baginya. ” Saya hanya bisa minta maaf dan sangat menyesal telah melakukan hal itu,” singkatnya. (**)

To Top