Kopi Bonthain Simbol Kejayaan Bantaeng – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bantaeng

Kopi Bonthain Simbol Kejayaan Bantaeng

BANTAENG, RADAR SELATAN — Kopi Bonthain belum setenar kopi Toraja. Tapi soal rasa, Kopi Bonthain atau dikenal sebagai kopi hutan, bolehlah diadu. Tidak heran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng sangat percaya diri memperkenalkan Kopi Bonthain di ajang Festival Kopi dan Kakao 2015, di Jakarta, 5 November mendatang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bantaeng, Andi Mappatoba mengatakan, pada Festival Kopi dan Kakao yang digelar di Jakarta awal November mendatang, Bantaeng siap memperkenalkan Kopi Bonthain. “Kami memiliki beberapa jenis kopi, termasuk Arabica dan Robusta, tapi Kopi Bonthain inilah yang khas dan memang sudah ada jauh sebelum orang mengenal jenis kopi Arabica dan Robusta,” ujarnya.
Menurut Andi Mappatoba, masyarakat Bantaeng menyebut kopi Bonthain dengan sebutan kopi romang atau kopi liberika. Kopi jenis ini lebih familiar lagi disebut kopi hutan karena biasanya banyak didapati di area hutan Bantaeng. “Kopi Bonthain ini memang sangat mudah dikembangkan. Berbeda dengan kopi jenis lain yang butuh perawatan ekstra,” tambahnya.
Kenapa dinamakan Kopi Bonthain karena nama Bonthain merupakan simbol kejayaan Bantaeng di masa lalu, sama seperti cita rasa kopi Bonthain yang memang terkenal sejak zaman Belanda.
Pemerintah Kabupaten Bantaeng kata Andi Mappatoba, sangat mengapresiasi kegiatan Festival Kopi dan Kakao yang dilaksanakan oleh Apkasi. Menurutnya, kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup. Bukan hanya di desa tapi di kota-kota besar, minum kopi sudah merupakan sebuah lifestyle.
Untuk itu, Pemkab Bantaeng mendorong para petani kopi di daerahnya untuk memperbaiki kualitas kopi dan makin aktif memperkenalkan kopi local ke dunia industri. “Tidak banyak yang tahu kalau Bantaeng itu penghasil kopi terbaik. Banyak lho kopi yang dijual dengan label kopi toraja, sebenarnya diambil dari Bantaeng,” ujar kadis yang terkenal dekat dengan kelompok pemuda ini.
Produksi kopi di Kabupaten Bantaeng cukup besar. Dari delapan kecamatan yang ada di Bantaeng, lebih dari separuhnya adalah penghasil kopi. Andi Wanar, Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bantaeng yang ditemui usai rapat koordinasi dengan Disperindag mengatakan, secara keseluruhan hampir 4000 hektare lahan pertanian kopi di Bantaeng sudah ditanami kopi jenis Robusta dan Arabica.
Produksinya pun setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Saat ini produksi kopi Robusta mencapai 611 ton pertahun dengan produktivitas 292 kg/ha. Sementara kopi Arabica yang luasnya 970 ha, produksi per tahun 245 ton dengan produktivitas 290 kg/ha.
“Kami berharap dengan mengikuti Festival Kopi dan Kakao ini daerah lain juga mengetahui potensi kopi Bantaeng dan kami bisa mendatangkan investor dari luar untuk masuk ke Bantaeng membina para petani atau membeli produksi kami,” jelas Andi Wanar. (una)

To Top