Petani Salassae Jadi Bintang di Forum KTI – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Petani Salassae Jadi Bintang di Forum KTI

MAKASSAR, RS – Festival Forum Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang digelar Yayasan BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia) 17-18 November menyisakan kebanggaan akan eksistensi KSPS (Komunitas Swabina Petani Salassae). Dari 500 peserta termasuk perwakilan 12 provinsi yang hadir memeriahkan Festival Forum Kawasan Timur Infonesia (KTI) ke VII di Hotel Aston, Makassar, terdapat 12 petani dari Desa Salassae yang berbagi praktik cerdas pertanian organik.
Festival ini memang dikemas untuk mengeksplore potensi-potensi dari daerah-daerah yang ada di Kawasan Timur Indonesia (KTI) termasuk Bulukumba. Di antara bentuk kegiatan yang disuguhkan di hajatan festival ini adalah eksplore kegiatan mandiri masyarakat dari enam daerah pada sesi panggung inspirasi.
Enam praktik cerdas ini masing-masing Bank Waktu yang dikelola Kelompok Tani di Honihama, Flores Timur, Mandiri dari Pertanian Alami di Dusun Salassae di Kabupaten Bulukumba, Pelayanan Kesehatan handal dari Sulawesi Utara, Kapal Kalabia berlayar mengantar ilmu pengetahuan di Raja Ampat, Papua Barat, Pengurangan resiko bencana di Sembalun di Lombok Timur dan Bank Ikan konservasi ala nelayan Tomiya di Wakatobi.
Prof Winarni Monoarfa selaku ketua Pokja Forum KTI yang membuka festival ini mengatakan, banyak pejuang dari KTI dengan berbagai inovasi. Hingga saat ini, masuk ke Festival Forum KTI yang digelar satu kali dalam dua tahun dan sudah ada 25 praktik cerdas yang dihasilkan.
“Inovasi-inovasi itu merupakan jawaban masyarakat setempat menjawab tantangan untuk keluar dari masalahnya sendiri,” kata Winarni. Winarni menambahkan, sudah ada tiga praktik cerdas yang saat ini sementara di pelajari oleh Bappenas untuk direplikasi ke daerah lain.
Sementara Armin Salassa, aktivis pertanian organik yang menginisiasi warga Salassae untuk berdaulat atas pangan dengan menolak segala bentuk pupuk kimia, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari festival Forum KTI.
“Saya, atas nama Komunitas Salassae ingin mengucapkan terima kasih yang dalam pada yayasan Bhakti yang merancang panggung ini, sebuah panggung yang sangat megah… saya ingin berterima kasih pada Bina Desa dengan konsistensinya mendampingi komunitas Salassae. 12 orang kawan-kawan petani komunitas Salassae hadir di forum KTI VII, saya merasakan darah bangga mengalir di tubuh mereka yang gugup,” ujar Armin yang ditemui di Hotel Aston Makassar.
Armin mengaku masih risih dengan nama praktik cerdas ini. “Nama itu terasa terlalu megah utk langkah-langkah kami di Desa Salassae selama kurang lebih 1750 hari ini. Bagi kami apa yang kami lakukan hanyalah langkah-langkah sederhana,” urainya.
Armin masih punya mimpi besar yakni terbebasnya jutaan petani dari konflik tanah , perampasan lahan, dan terbebasnya petani dari cengkeraman industri pertanian.
“Yang kami inginkan seluruh keluarga petani bangga menjadi petani karena ia sejahtera dengan bertani,” tegasnya. (una)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!