Bulukumba Rawan Konflik – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Bulukumba Rawan Konflik

BULUKUMBA, RS — Setelah Kabupaten Gowa dan Pangkep masuk sebagai daerah siaga satu pasca pencoblosan pasangan calon bupati dan wakil bupati, Rabu, 9 Desember, lalu, kini, giliran Bulukumba yang disebut daerah rawan konflik. Dua pasangan calon saling mengklaim unggul perolehan suara. Andi Sukri Sappewali-Tomy Satria dan Askar HL-Nawawi Burhan.

Kedua pasangan merasa unggul berdasarkan data yang dipegang masing-masing. Bahkan, tim dari kedua paslon juga sudah melakukan pawai keliling kota merayakan kemenangan. Padahal, hasil pengumuman KPUD baru dilakukan pada 16 Desember mendatang.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar, menghimbau kepada paslon agar tidak membiarkan tim pemenangan melakukan arak-arakan. Sebaiknya cukup melakukan sujud syukur saja jika merasa menang, tidak perlu ada kegiatan yang berlebihan. “Iya, situasi masih aman dan kondusif. Tapi, semua daerah sudah siaga satu, bukan hanya Bulukumba kok,” ujarnya, saat melakukan kunjungan ke Bulukumba, kemarin.
Kapolda juga mewanti-wanti agar tidak ada yang coba-coba melakukan tindak kerusuhan karena akan ditindak berdasarkan prosedur yang berlaku. “Tidak boleh dibiarkan melakukan hal-hal di luar mekanisme yang ada. Pokoknya langsung diproses di tempat sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Saya minta semua pihak harus bisa menahan diri,” tegas Kapolda.
Kapolda juga berharap semua calon tidak melakukan euforia yang berlebihan. “Silakan tunggu hasil dari KPUD. Karena ini berbahaya, kalau misalnya nanti kalah setelah pengumuman, jelas lebih parah lagi,” jelasnya.
Dia menjelaskan, tidak ada penambahan personil pasca pencoblosan, namun semua personil daerah akan dimaksimalkan guna menjaga keamanan selama proses perekapan suara. Berbeda dengan Pangkep, di Pangkep kata Kapolda, sudah diturunkan tambahan personil karena situasi tidak memungkinkan lagi dengan pengamanan yang ada sekarang. Begitu juga dengan Gowa sudah masuk siaga satu.
Saran Kapolda, bagi calon yang merasa dirugikan, sebaiknya menempuh jalur hukum. “Klaim kemenangan boleh saja, karena mungkin menang hasil quick count. Asalkan jangan berlebihan,” katanya.
Plt Bupati Bulukumba, Yusuf Sommeng, menambahkan, semua harus menahan diri, tidak perlu merayakan yang berlebihan setelah pencoblosan. Bahkan, Yusuf Sommeng menghimbau seluruh warga tetap tenang termasuk tidak terpancing arak-arakan usai pelaksanaan salat Jumat hari ini. “Iya, Bulukumba masih aman kok sampai sekarang. Tapi, kalau ada riak-riak wajar saja terjadi. Asalkan tidak berlebihan,” ungkapnya. (**)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!