Gedung Baru RSUD Roboh – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Gedung Baru RSUD Roboh

REPORTER: ANJAR S MASIGA-AKBAR WAHYUDI
EDITOR: RISKANDI NUR

* Ketua DPRD Berang
* Dibangun dari Dana Pinjaman Rp 83 Miliar

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Salah satu gedung baru rumah sakit umum daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja Bulukumba, yang sedang tahap penyelesaian roboh, karena tak mampu menahan beban air saat hujan deras mengguyur kota Bulukumba beberapa hari terakhir ini. Padahal bangunan yang dimulai sejak juni 2015 itu telah menelan dana puluhan miliar melalui pinjaman Pusat Investasi Pemerintah (PIP).
Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki, yang memantau langsung proyek Gedung RSUP, Senin 11 Januari, mengaku pihaknya sudah mengintruksikan kepada Inspektorat agar segera melakukan investigasi terhadap penyebab gedung rumah sakit roboh, termasuk menelusuri bahan baku seperti besi yang digunakan oleh rekanan PT Bumi Karsa. Menurutnya, pengawasan ini perlu dimaksimalkan, sebab pembangunan gedung menggunakan dana pinjaman yang cukup besar nilainya yakni, Rp83 miliar. “Tidak boleh asal dikerja, harus mengacu pada prosedur karena akan merugikan bagi daerah sendiri. Informasi yang kami dapat, bangunan runtuh karena tidak mampu menampung beban air,”kata Hamzah yang tampak berang, bersama puluhan anggota dewan di RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba, kemarin.
Menurutnya, rekanan harus menambah kembali besi beton pada bagian pinggir atap gedung lantai dua. Sebab, jika tidak maka rawan runtuh kembali, apalagi baru beban air sudah tak bisa menahan, bagaimana kalau misalnya hujan terus mengguyur, besar kemungkinan semua gedung roboh. Makanya, jauh sebelumnya harus diwaspadai dengan memasang besi yang besar supaya kuat menahan beban. Bahkan, dia mengancam menolak jika rekanan tidak mampu memenuhi permintaannya. “Kami sangat kecewa dengan peristiwa yang terjadi ini. Intinya, kami tidak akan menerima, kalau tidak dipasang besi beton. Ini perlu supaya lebih tahan,” terangnya.
Dia menambahkan, kontrak pekerjaan dengan rekanan sudah berakhir sebenarnya sejak Desember, namun, berdasarkan peraturan presiden (Peppres), ada penambahan waktu hingga 50 hari atau sampai Februari mendatang, hanya jika melihat pekerjaan yang masih berlangsung sekarang, ia kurang yakin akan selesai sesuai jadwal yang ada, karena beberapa bagian belum rampung.
“Kami akan panggil dulu pihak rekanan untuk mempertanyakan peristiwa yang terjadi. Kita tidak ingin membiarkan begitu saja. Harus diawasi super ketat. Apalagi kita menggunakan dana pinjaman,” jelasnya.
Sementara Bagian Manajer PT Bumi Karsa, Ilham mengaku, pihaknya siap membenahi kembali bagian gedung yang rusak, namun yang lain tetap fokus menyelesaikan pekerjaan yang sedang dalam tahap penyelesaian. Bahkan, menurutnya, kerusakan yang terjadi tidak akan mengganggu proses pembangunan gedung lain, sebab bagian yang roboh karena tidak mampu menahan beban saja. “Umur pekerjaan baru beberapa hari selesai, dan hujan langsung mengguyur, sehingga memang tidak mampu menahan air. Panjang bagian yang roboh juga hanya beberapa meter sebenarnya, sebagian sengaja dirobohkan guna diperbaiki kembali. Kami siap membenahi yang runtuh ini. Bahkan, berjanji akan menyelesaikan pembangunan ini sesuai jadwal,”terangnya.
Dari pantauan RADAR SELATAN, bangunan baru RSUD Kabupaten Bulukumba yang roboh tersebut berada di bagian tengah. Informasi yang dihimpun, sehari sebelumnya bangunan hanya mengalami retak dan miring pada lantai dua. Bangunan baru berlantai dua tersebut berada di sisi utara bagian tengah rumah sakit. Beruntung, pada peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.
Menurut Sufri security RSUD Bulukumba, sehari sebelumnya ia kebetulan sedang berjalan di koridor Rumah sakit. Ia kaget saat talang satu sisi bagian atas bagunan B tersebut telah mengalami retak. “Saya sedang keliling memantau dan tiba-tiba bagunan itu retak dan materialnya menimpa atap koridor. Barulah hari ini ini (kemarin, red) roboh,” ungkap Sufri.
Terpisah, Direktur RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba, dr Wahyuni, menjelaskan, bahwa gedung yang runtuh ini merupakan ranah Inspektorat, bahkan sudah turun langsung mengambil sampel, tinggal menunggu hasil saja. Hanya menurut dia, perlu diketahui kalau panjang bagian gedung yang runtuh tak seperti yang terlihat sekarang, namun sengaja diruntuhkan kembali supaya memudahkan dilakukan perbaiki. “Kemungkinan besar karena tidak bisa menampung air hujan itu. Apalagi, umur bangunan juga kan baru. Tapi, semua kita tunggu hasil dari Inspektorat. Sebab saat ini masih diselidiki,”terangnya. (**)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!