Pajak-CSR Lonsum Dikelola Pusat – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Pajak-CSR Lonsum Dikelola Pusat

#Dewan Sebut Tak Berkontribusi ke Daerah

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — DPRD Kabupaten Bulukumba, menyebut perusahaan raksasa PT Lonsum belum memberikan kontribusi secara singnifikan terhadap pembangunan di daerah yang berjuluk Bumi Panrita Lopi ini.
Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki mengungkapkan, PT Lonsum yang berdiri sejak tahun 1968 lalu, dengan menguasai lahan seluas 5.784,46 hektare ini telah banyak mengeruk kekayaan daerah, namun belum memberikan sepenuhnya pajak dan CSR ke pemerintah kabupaten.
Dikarenakan memang belum ada regulasi terkait dana Corporate Social Responsibility (CSR). Bukan hanya itu pajak juga, kata dia, dikelola oleh pemerintah pusat. “Selama ini memang belum ada regulasi, jadi kalaupun ada, tidak dikelola daerah,” ujarnya.
Namun dengan adanya regulasi dibuat daerah melalui Peraturan Daerah (Perda) inisiatif dari DPRD, maka seluruh perusahaan yang berada wilayah Bulukumba wajib berkontribusi sebesar 25 persen dari keuntungan perusahaan, yang dimana tiga persennya masuk ke Pendapatan Asli Daaerah, dan 22 Persen diperuntukan untuk pembangunan infrastruktur.
“Yang pasti selama ini, Lonsum tidak berkontribusi kepada daerah, karena di kelola oleh pusat, dan dengan adanya Perda yang telah kita tetapkan pada 31 Desember kemarin, diharapkan bisa mengontrol dana CSR perusahaan,” tegasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 26 Januari.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bulukumba, Andi Bau Amal juga membenarkan jika dana CSR perusahaan tidak dikelola oleh daerah, namum dikelola oleh pusat karena belum adanya regulasi pengelolaan dana CSR di daerah. “Pusat yang kelola dana CSR-nya, memang untuk daerah, cuma kita tidak tau apa mereka kerjakan,” ujarnya.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perundang-Undangan, Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Bulukumba, A. Ayu Cahya mengaku, jika Perda yang telah ditetapkan pada 31 Desember kemarin, saat ini masih menunggu hasil evaluasi dari biro hukum Provinsi Sulawesi-Selatan, mulai dari besaran dana yang di berikan daerah.
“Selama ini mungkin ada, tapi tidak terkoordinasi, kita belum tahu berapa besarannya, nanti kalau ada hasilnya kita akan sampaikan ade (Wartawan,red),” ujarnya.
Direktur PT Lonsum Palangisang, Erwin mengaku, jika setiap tahunnya melakukan pembangunan infrastruktur dan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat. “Salah kalau daerah bilang longsum tidak berkontribusi, Miliaran kita keluarkan setiap tahunnya, termaksud permintaan bantuan berupa proposal kita bantu, dan termasuk pembangunan di seputar perusahaan, kita bisa liat langsung,” ujarnya. (**)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!