Pengawas dan Rekanan Dinilai Tak Ahli – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Pengawas dan Rekanan Dinilai Tak Ahli

Soal Gedung RSUD Andi Sultan Daeng Radja

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — DPRD Bulukumba, menilai pengawas dan rekanan PT Bumi Karsa kurang cermat memperhitungkan beban gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sultan Daeng Radja, sebelum pekerjan mulai.
Ini berdasarkan hasil pemantauan insiden robohnya gedung baru yang menelan anggaran hingga Rp 83 miliar dari dana Pusat Investasi Pemerintah (PIP) beberapa pekan lalu hanya disebabkan beban air.
Ketua Komisi D DPRD Bulukumba, Fahidin HDK, mengungkapkan, jika merujuk pada hasil pemeriksaan tim Inspektorat, maka pengawas tidak memperhitungkan beban air dan kualitas pembangunan gedung baru di RSUD. Sebab hanya karena hujan tiba-tiba runtuh dan sebagian lagi retak. Rekanan PT Bumi Karsa juga dianggap tidak melakukan evaluasi secara baik sebelum dimulai pekerjaan.
“Ini salah satu faktor sampai terjadi runtuh, pengawas tidak teliti. Baru beban air di atas 50 ton, bangunan sudah tidak sanggup menahan,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, gedung rumah sakit yang runtuh menjadi tanggungjawab rekanan sepenuhnya, bahkan perbaikan kembali harus menggunakan dana pribadi, sebab tidak ada penambahan anggaran susulan guna perbaikannya. Penolakan ini sudah menjadi keputusan bersama dalam rapat bersama rekanan sebelumnya. Hanya saja, dewan menjadwalkan menggelar dengar pendapat lagi dengan pengawas yang absen dalam rapat kedua. “Dia sendiri harus menanggung anggarannya. Kami tidak mungkin mengalokasikan kembali,” tegasnya.
Anggota dewan, lanjut dia, tinggal mendorong bagaimana pekerjaan selesai berdasarkan jadwal yang berlaku. Bahkan berharap kerusakan ini tidak berpengaruh pada pekerjaan lainnya sehingga bisa selesai tepat. Agar bisa rampung sesuai batas waktu yakni Februari, rekanan harus menggenjot pengerjaan namun tetap mengutamakan kualitas pembangunan “Pekerjaan harus jalan. Jangan karena runtuh yang lain ikut tertahan. Harus selesai sesuai jadwal,” jelasnya.
Bagian Manajer PT Bumi Karsa, Ilham mengaku, siap membenahi kembali bagian gedung yang rusak, namun yang lain tetap fokus menyelesaikan pekerjaan yang sedang dalam tahap penyelesaian. Bahkan, dirinya menjamin kerusakan itu tidak akan menganggu proses pembangunan gedung lainnya.
Menurutnya, bagian yang rusak disebabkan usia bangunan yang belum mampu menahan beban berat. Akibatnya sepanjang beberapa meter roboh, namun guna perbaikan kembali bagian yang berkaitan sengaja dirobohkan.
“Baru beberapa hari selesai, dan hujan langsung mengguyur, sehingga memang tidak mampu menahan. Tapi kami siap benahi. Kami yakin selesai sesuai jadwal yang ada,” katanya.
Aktivis Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bulukumba, Syahrir Bucek, menilai kualitas pekerjaan gedung baru rumah sakit buruk disebabkan kurangnya pengawasan dari yang berwenang. Padahal, seharusnya sejak awal, yang telibat aktif melakukan pengawasan supaya pekerjaan berkualitas, apalagi anggaran yang digunakan merupakan pinjaman yang wajib dibayar setiap tahunnya.
“Iya, sangat disayangkan, kalau kualitas tidak bagus. Ini merugikan warga Bulukumba, karena kan ini dana pinjaman. Tidak boleh asal-asalan,” katanya. (jar/ris/B)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!