Nelayan Tutup Pelabuhan Bira – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Nelayan Tutup Pelabuhan Bira

#Dugaan Pemerasan Oknum Polair Selayar

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Ratusan nelayan yang bergabung dalam Aliansi Nelayan Bontobahari menggelar aksi demonstrasi dengan menutup Pelabuhan Bira Kecamatan Bontobahari, Minggu, 7 Februari lalu.
Mereka melakukan aksi dan pentutupan Pelabuhan Bira tersebut, lantaran kecewa dengan aksi Kepolisian Perairan (Polair) Kabupaten Kepulauan Selayar yang diduga memeras para nelayan asal Kabupaten Bulukumba yang sedang mencari nafkah.
Dengan membakar ban dan berorasi, para nelayan memboikot pelabuhan yang menjadi jalan satu-satunya akses keluar masuknya warga Selayar ke kabupaten lain. Penutupan pelabuhan yang dilakuakan nelayan ini juga sebagai bentuk kekecewaan para nelayan Bulukumba.
Koordinator Aksi, Musafir mengatakan, langkah demonstrasi dilakukan setelah sekian lama diduga Polair Selayar melakukan pemerasan terhadap nelayan. Modusnya, yang dilakukan Polair, kata Musafir berdasarkan keterangan para korban yakni, dengan beralasan bahwa para nelayan tidak memiliki surat izin berlayar. Padahal, para nelayan menganggap bahwa yang dimilikinya adalah surat izin penangkapan. Sebab kapal nelayan tidak mengambil penumpang hanya menangkap.
“Seharusnya Polisi jadi pelindung ini malah melebihi para bajak laut yang memeras kaum nelayan yang mencari nafkah,” tegas Musafir, dalam orasinya.
Salah seorang nelayan, Muh Basri mengaku, terakhir oknum Polair Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan aksi pemerasan terhadap dirinya, pada Kamis 4 Februari, lalu. Dimana ada sepuluh kapal diperas dengan biaya yang bervariasi perkapal.
“Pura-pura mau buang air besar di kapal jadi dia tahanka. Setelah itu, banyak pertanyaanya, mulai dari izin namun karena punya banyak alasannya supaya dapat uang, sehingga akhirnya saya berikan Rp 500 ribu supaya cepat pergi. Bukan hanya itu, rokok para pekerja saya serta senter juga diambilnya, inikan perampokan,” keluhya kepada awak media, kemarin.
Akibat dari aksi penutupan pelabuhan tersebut, pihak pelabuhan terpaksa menunda pemberangkatan. Jadwal keberangkatan kapal feri dari Pelabuhan Pamatata Kabupaten Kepulauan Selayar ke Pelabuhan Bira, Bulukumba seharusnya berangkat pukul 07.00 Wita pagi, diundur hingga pukul 10.00 Wita.
“Tidak masalah sebenarnya karena bukanji penutupan total, seandainya ditutup sudah pasti rugiki,” tambah Supriadi, Manajer Usaha Palabuhan Bira.
Kepala Syahbandar Kabupaten Kepulauan Selayar, Muh Asfar mengatakan, kapal apapun yang berlayar itu harus memiliki izin penangkapan. Baik kapal nelayan atau kapal penumpang. “Jika mengacu pada aturan yang ada semua kapal sama yakni harus memiliki izin berlayar sebab telah berada di laut,” jelasnya.
Sementara, Kasat Polair Kabupaten Kepulauan Selayar AKP Tombong mengaku, tidak melakukan hal itu. Ia bahkan kaget setelah ada aksi seperti ini yang dilakukan oleh nelayan sebab sepengetahuannya pihak Polair dengan nelayan sangatlah dekat.
“Saya tidak tahu kenapa belakangan seperti ini. Padahal, setiap malam anggota kami dengan nelayan selalu bakar-bakar ikan sama,” jelasnya.
Ia bahkan sudah mengumpulkan semua anggotanya mempertanyakan hal ini. Namun, ia temukan tidak ada anggotanya melakukan pemerasan seperti itu. “Saya juga tidak tahu kenapa seperti ini. Padahal hubungannya kami dengan mereka sangat baik,” katanya. (awa/ris/B)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!