2015, 172 Kasus DBD – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Jentago

2015, 172 Kasus DBD

* Dua Diantaranya Meninggal Dunia

JENEPONTO, RADAR SELATAN — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jeneponto, terbilang cukup tinggi. Tercatat sepanjang 2015 sebanyak 172 orang dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut.
Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Jeneponto, Nurliah Ahmad mengaku, dari jumlah kasus DBD di 2015 dua diantaranya meninggal dunia, akibat terlambat dilaporkan. “Tingginya angka penyakit menular ini disebabkan karena kelalaian masyarakat yang tidak menjamin kebersihan lingkungan,” katanya.
Sedangkan, di 2016 mulai Januari-Februari telah tercatat 16 warga terserang penyakit DBD dan sudah ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang. “Selama Januari-Februari yang tercatat 16 warga menyidap penyakit DBD dan sudah ada yang keluar dari rumah sakit,” tuturnya.
Untuk mencengah penyakit tersebut, kata Nurliah Ahmad maka masyarakat juga harus menjaga kebersihan lingkungan. Meski demikian, pemerintah juga tetap melakukan penyemprotan asap (Fogging). “Selalu jaki fogging, tapi fogging itu bukan mencegah selamanya namun itu sesaat saja untuk mengantisipasi berkembang biaknya nyamuk,” tutupnya.
Sedangkan, Dinas Kesehatan Bulukumba meminta masyarakat untuk waspada penyakit DBD. Pasalnya, Januari tahun ini, tercatat sebanyak 351 kasus DBD tersebar di sepuluh kecamatan.
Pengelola DBD, Dinkes Bulukumba, Etty Susanti mengungkapkan jika penderita DBD di Bulukumba terus bertambah jika dibandingkan Januari tahun 2015 lalu yang hanya 160 kasus.
Untuk itu, dalam mencegah terjadinya demam berdarah, Dinkes telah melakukan fogging di puluhan titik yang berpotensi terjadinya penyebaran DBD.
“Sekarang ini DBD sangat tinggi, butuh kewaspadan dari orang sekitar untuk segera merujuk ke fasilitas kesehatan (Faskes) bila ada tanda-tanda demam berdarah, yang kebanyakan korban terkena pada siang hari saat melakukan aktivitas,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Etty, orang tua harus waspada khusunya kepada anak-anak yang belum cukup memiliki kekebalan tubuh dengan menggunakan body lotion anti nyamuk. “Kita patut waspada, jangan sampai seperti kasus di Kajang, dimana 2 anak tidak berhasil diselamatkan dan akhirnya meninggal,” imbaunnya. (ded/ris/B)

To Top