“Bajak Laut” Dijadikan Staf – Radar Selatan

Radar Selatan

Sinjai / Selayar

“Bajak Laut” Dijadikan Staf

* Pasca Pemerasan Terhadap Nelayan

SELAYAR, RADAR SELATAN — Kasus pemerasan terhadap nelayan asal Kabupaten Bulukumba, yang dituding dilakukan oknum Polair Polres Kabupaten Kepulauan Selayar, mendapat titik terang. Pemerasan yang sebelumnya didalami oleh Profesi Pengamanan (Propam) setempat menemukan ada satu petugas yang terbukti melakukan hal itu.
Petugas yang berinisial AE dimutasi ke Polres menjadi staf di bagian seksi umum (SIUM). Langkah ini dianggap sebagai efek jerah agar tidak ada lagi petugas yang melakukan hal yang sama.
“Hasil pemeriksaan memang ada dan sudah itu sudah diakui oleh yang bersangkutan. Sehingga yang sebelumnya adalah petugas di polair kini kami tempatkan sebagai staf di Polres bagian seksi umum (SIUM),” kata Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Said Anna Fauza kepada FAJAR (Group Radar Selatan), Rabu 17 Februari.
Meski begitu kata dia, ia mengharapkan agar kepada nelayan juga bisa memperhatikan persoalan administrasi khususnya persuratan. Sebab kata dia, dibalik peristiwa ini tidak mungkin ada namanya asap kalau tidak ada api. “Jadi ini harus masing-masing pelajaran. Begitupun dengan nelayan semua persyaratan berlayar untuk menangkap ikan harus diperhatikan,” jelasnya.
Kasat Polair Selayar AKP Tombong mengungkapkan, kedepannya pihak nelayan perlu benar-benar memperhatikan administrasinya. Ia menggambarkan jika seseorang hendak masuk ke rumah perlu minta izin. Tidak semaunya saja tanpa melalui prosedur yang ada. ” Yang terpenting adalah persuratan yang ada di kapal di lengkapi. Kemudian, para nelayan yang menangkap ikan ke selayar, pertama harus izin di dinas perikanan setempat. Jangan langsung-langsung saja,”katanya.
Begitupun yang diungkapkan, Kasat Intelkam Selayar AKP Andi Agus. Ia mengatakan, nelayan terlebih dulu melapor ke instansi terkait. Dari situ kata dia, akan mendapatkan arahan bahwa wilayah yang bisa dilakukan penangkapan dan yang tidak.
“Harus ada pemberitahuan dan singgah melapor kepada perikanan. Dengan begitu akan gampang diketahui siapa saja yang masuk ke perairan selayar dan menghindari kejadian hal ini kembali terulang,” jelasnya.
Sementara, H Kardi selaku pengusaha kapal nelayan mengaku, sejak kejadian tersebut para nelayan tidak ada lagi yang menyebrang ke perairan daerah yang dijuluki tana doang itu sebab trauma dengan petugas polair.
“Para nelayan beraktifitas seperti biasa, namun hanya disekitaran Bulukumba tidak pernah menyebrang karena trauma,” katanya. Ia juga tidak mempersoalkan sanksi yang diterima oleh pelaku dari Polair tersebut. “Saya rasa yang seperti itu hukuman yang sudah tepat dan tidak ada masalah lagi,” jelasnya. (one-awa/ris/B)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!