Idrus Tak Garap Sulsel Demi Syahrul – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Politik

Idrus Tak Garap Sulsel Demi Syahrul

MAKASSAR, RADAR SELATAN — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Idrus Marham memastikan telah memenuhi syarat dukungan lebih 30 persen untuk bertarung di Musyawarah Nasional (Munas) luar biasa yang rencananya digelar pada April mendatang. Terlebih, Idrus menyatakan dukungan suaranya tersebut merata di tingkat DPD.
“Syarat dukungan saya sudah melebihi 30 persen. Itu merata dari Sulawesi (Tengah, Barat, dan Tenggara), Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Maluku, serta Papua,” sebut Idrus.
Khusus untuk Sulawesi Selatan (Sulsel), Idrus Marham memastikan melewatkan dan tidak akan berupaya mendulang dukungan. Idrus menyerahkan Sulsel ke Syahrul Yasin Limpo agar bisa maju di Munas luar biasa.
“Di Sulsel kan ada Pak Syahrul. Saya menghormati beliau. Jadi biar Pak Syahrul bekerja di Sulsel agar bisa mencukupkan syarat dukungannya. Tapi ada juga DPD II yang sudah memberikan dukungan ke saya,” ujarnya.
Meski begitu, Idrus mengaku tetap menjaga komunikasi dengan Syahrul selaku Ketua Golkar Sulsel. Dia menyatakan sesama kader yang ingin maju di Munas luar biasa tidak boleh saling menghalangi.”Setiap kader memiliki hak untuk maju dan dipilih. Termasuk saya dan Pak Syahrul. Makanya setiap saya ke Sulsel selalu telfon Pak Syahrul. Dia itu kakak saya,” tuturnya.
Lebih jauh, Idrus mengungkapkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Nurdin Halid tidak maju di Munas luar biasa dan memberikan dukungan kepada dirinya. “Dukungan Pak Nurdin Halid ke saya diutarakan langsung di depan Aburizal Bakrie. Saya juga kaget karena Pak Nurdin selama ini yang banyak menjalin komunikasi dengan DPD I dan II,” akunya.
Soal deklarasi, Idrus mengatakan baru melakukan hal itu setelah panitia menetapkan jadwal pelaksanaan Munas luar biasa melalui rapat pleno pada Rabu, 24 Februari. Termasuk lokasi deklarasi Idrus menyerahkan sepenuhnya ke timpemenangannya.”Pastinya saat deklarasi saya mengundang seluruh elemen yang ada. Dan paling penting mengundang teman-teman media,” pungkasnya.
Menurut Idrus, Golkar kedepan harus mengembalikan magnetnya sebagai partai politik yang besar di tengah masyarakat agar bisa menjadi pemenang di Pemilu 2019. Untuk itu, setelah terjadinya konflik internal selama satu tahun lebih, maka Golkar tentunya memerlukan ketua umum yang bisa membesarkan partai baik dari sisi kaderisasi, soliditas, dan juga harus mampu mengambil langkah-langkah eksternal.
“Saya menjanjikan Golkar tetap menjadi partai politik utama di negeri ini. Dan itu bisa tercapai kalau Golkar berada posisi peringat atas,”katanya.Idrus menyebutkan, kursi Partai Golkar di Senayan kini mencapai 91. Maka pada Pemilu 2019 nanti, harus bisa melebihi perolehan tersebut.”Tapi kembali lagi harus dilihat siapa ketua umumnya. Apakah memiliki potensi menjadi magnet di tengah masyarakat. Kalau tidak, jangankan naik malah perolehan kursi di parlemen bisa turun,” jelasnya.
Menurut Idrus lagi, kekuatan Partai Golkar terletak pada sistem yang efektif. Ditambah pula dengan karakter pemimpinnya yang kuat. “Saya menjabat sekretaris jenderal selama enam tahun. Makanya saya memahami betul seperti apa anatomi Partai Golkar. Termasuk bagaimana menyelesaikan konflik-konflik di dalamnya,” katanya.
“Tentu hal itu merupakan bahan dasar bagi saya untuk menentukan langkah apa yang harus diambil ketika berhasil memimpin Golkar nantinya. Begitupula dengan menghadapi tantangan partai kedepan,” sambungnya. (fjr)

To Top