Pemerkosa Anak SD Terancam Hukuman 15 Tahun – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Pemerkosa Anak SD Terancam Hukuman 15 Tahun

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Dg Ngerang (56) tersangka pemerkosa 2 bocah di Bilik Kawasan Pantai Merpati diancam hukuman penjara selama 15 Tahun.
Hal itu diungkapkan, Penyidik PPA Polres Bulukumba, Bripka Asriati  melalui Humas Polres Bulukumba, AKP Syarifuddin, Selasa, 23 Februari.
Ia mengungkapkan, setelah melakukan penyelidikan yang panjang, Dg Ngerang yang diketahui warga Kabupaten Bantaeng, mengakui telah melakukan pemerkosaan kepada 2 bocah perempuan yaitu SR (7) dan RS (10) di bilik jalan Merpati Bulukumba setelah mengiming-imingkan makanan dan uang Jajan.
Dihadapan penyidik, Dg Ngerang mengaku tertarik tidak bisa menahan nafsu bejatnya. Namun dia mengaku menyesal dan meminta maaf akan kejadian tersebut.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Bulukumba, Siti Aminah Syam mengaku, mengutuk keras kejadian tersebut yang melanda anak di bawa umur. Dia mengaku geram dan meminta kepolisian untuk menghukum pelaku dengan hukuman seberatnya.
Dia meminta Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Bulukumba untuk melakukan pendataan kepada anak-anak pengemis yang sering berkeliaran dalam kota, dan menginventaris dan memberikan penyuluhan dan bantuan agar tidak ada lagi korban orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Selain itu, dia meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan pengamanan ketat dan menjaga tempat-tempat rawan menjadi kegiatan asusila. “Ini berarti Bulukumba tidak aman lagi, dan secepatnya Pemkab melakukan pengendalian dengan terus melakukan patroli ditempat-tempat  yang sering dijadikan tempat mesum,” ujarnya
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Bulukumba, Achmad Syukri mengaku, jika akan terus melakukan sosialisasi terkait kekerasan dalam rumah tangga asusila kepada anak agar tidak terjadi lagi.
Achmad mengaku, jika pengawasan orang tua sangat dibutuhkan, dimana dalam mencegah terjadinya asusila orang tua harus melakukan pengawasan estra ketat, dan membekali berupa ilmu dengan memberikan pemahaman agar tidak sembarangan mengikuti orang yang tidak mereka kenal.

#Aktivis Perempuan dan Anak Segera ke Bulukumba

KASUS pemerkosaan yang menimpa siswi SD di Bulukumba disikapi serius aktivis perempuan dan anak yang ada di Makassar. LBH APIK yang banyak mendampingi korban kekerasan menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut.
Eko, dari LBK APIK Makassar menghubungi Radar Selatan dan menyatakan akan ke Bulukumba dalam waktu dekat. “Kami segera ke Bulukumba. Selain akan menemui penyidik untuk mengetahui sejauh mana kasus ini diproses, kami juga akan melihat langsung kondisi korban. Insya Allah kami juga akan membawa seorang prsikolog,” ujar Eko, kemarin.
Menurut Eko, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga perlindungan anak di Makassar. “Hari ini kami membahas kasus yang menimpa anak SD di Bulukumba. Ini benar-benar membuat kami semua terhenyak. Semoga tidak ada lagi korban kejahatan seksual yang menimpa anak-anak,” tambah Eko.
Seperti diberitakan kemarin, seorang murid SD kelas 1 di Bulukumba diperkosa tukang becak, Jumat 19 Februari lalu di area pantai Merpati. Bunga sebut saja begitu, melaporkan tindakan asusila yang dilakukan Dg Ngerang, lelaki paruh baya kepada ibunya. Ibu korban langsung berinisiatif menyampaikan peristiwa mengerikan yang dialami putri sulungnya kepada guru dan kepala sekolah dimana Bunga mengecap pendidikan dasar.
Senin 22 Februari, didampingi Ketua KIPP Bulukuba Ahmad Gazali, korban, ibunya dan gurunya langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Bulukumba. Hari itu juga, polisi melakukan pengejaran dan menangkap pelaku di sekitar bundaran tempat becaknya biasa mangkal. (awa/ris/B)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!