Oknum Polisi Terancam Dipecat – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Oknum Polisi Terancam Dipecat

* Kurir Narkoba Diberikan Perlakuan Khusus

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Oknum anggota Polres Bulukumba, Brikpol Andi Baso Amir, yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba jenis sabu-sabu terancam mendapatkan sanksi pemecatan tidak terhormat oleh Polda Sulselbar.
Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera, saat dikonfirmasi Radar Selatan, Rabu, 24 Februari. Frans mengatakan, saat ini pemeriksaan terhadap Brikpol Andi Baso Amir terus dilakukan, namun kasusnya belum ditingkatkan kepenyidikan masih dalam proses penyelidikan.
“Kalau memang dari hasil penyidikan nantinya pelaku terbukti maka sanksi pemecatan akan kita lakukan, tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat dalam peredaran narkoba,” ujarnya.
Namun, jika Brikpol Andi Baso Amir hanya sebagai pengguna maka yang bersangkutan akan kita rehabilitasi sampai hilang ketergantungan masalah narkoba, nantinya setelah rehabilitasi maka anggota tersebut kembali kita akan aktifkan sebagai anggota polisi.
Meski demikian, Frans tetap mendukung jika oknum polisi terlibat narkoba dipecat, kendati sampai saat ini sepengetahuan dirinya di Polres Bulukumba belum juga satupun oknum anggota yang dipecat karena terlibat narkoba.
Sementara itu, Polres Bulukumba juga memberikan perlakukan khusus kepada terduga kurir narkoba jenis sabu-sabu, Sapriadi alias Appi bersama dengan Rismayanti.
Kasat Narkoba Polres Bulukumba, AKP Munasir mengaku, memang pelaku Sapriadi alias Appi berstatus sebagai pelajar dinilai masih dibawah umur tersebut diberikan perlakuan khusus karena mengingat dari hasil penyelidikan dan saksi diperiksa teryata pelaku memang masih dibawah umur.
“Bukan kita ada apa-apa sehingga kita berikan perlakuan khusus, memang karena selain pelaku Sapriadi adalah pelajar yang duduk di bangku kelas 3 SMA di Kabupaten Bantaeng, juga masih anak dibawah umur dari data yang kita dapatkan,” kata Munasir.
Namun, kasus yang melibatkan pelaku Sapriadi ini masih tetap dilanjutkan, untuk masalah akan ditahan nantinya pengadilan akan menentukan. Namun, untuk tersangka yang satu yakni Rismayanti sudah dipastikan akan dilanjutkan kasusnya.
“Saat ini juga, kami menunggu hasil urine dari kedua pelaku yang saat ini akan dikirim ke Labfor Polda Sulselbar untuk diperiksa, termasuk serbuk yang diduga sabu-sabu tersebut juga akan dikirim ke Labfor dan ikut diperiksa, nantinya hasilnya akan menunjukkan kalau pelaku juga merupakan pengguna narkoba atau tidak,” katanya.
Menyikapi hal itu, Aktivis Forum Pemerhati Korban Narkoba (FPKN) Bulukumba, Syahrir mengatakan, seharusnya pihak kepolisian tidak memberikan perlakuan khusus kepada para pelaku narkoba, karena ini akan memunculkan penilaian lain ditengah masyarakat.
“Saya prihatin terhadap kasus narkoba di Kabupaten Bulukumba, apalagi ada pelaku yang diberikan perlakuan khusus terhadap para pelaku dengan alasan anak dibawah umur,” katanya. (one/ris/B)

To Top