Kejari Selidiki Pungli PAUD – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Kejari Selidiki Pungli PAUD

* 20 Guru Sudah Diperiksa

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba sedang menyelidiki kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan bagian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).
Kepala Kejari Bulukumba, Muh Ihsan mengungkapkan, sejauh ini, pihaknya masih melakukan pengumpulan data terkait masalah PAUD di Disdikpora, sehingga belum bisa dipastikan terjadi pungli atau tidak. Sebab, masih dalam proses pemeriksaan, bahkan data-data pendukung masih dilakukan pencarian hingga ke bawah.
Hasil pemeriksaan kemudian baru memungkinkan diketahui apa masalahnya, apakah benar harus ada rekomendasi baru bisa melakukan pencairan dana sertifikasi di bank.
“Mengenai dugaan itu masih kita dalami termasuk masih memeriksa. Sehingga belum bisa sebutkan ada pungli,” kata Ihsan, seusai menghadiri penandatanganan MoU Pemkab dengan Kejaksaan soal penutusan korupsi di ruang pola bupati, Selasa 1 Maret.
Dalam pemeriksaan kasus PAUD, menurut dia, sudah ada sekira 20 orang guru yang sudah dimintai keterangannya. Hanya, pemeriksaan ini masih bersifat pengumpulan data saja. Kejaksaan ingin mendengar langsung dari para guru, apalagi mereka mengeluhkan soal rekomendasi pencairan, namun yang menjadi pertanyaan, apakah yang mengeluarkan rekomendasi sertifikasi adalah orang yang memiliki kewenangan atau bukan.         Termasuk apa bukti bahwa harus ada rekomendasi dan pernyataan baru bisa dicairkan, karena kehadirannya banyak dikeluhkan guru. “Kita sementara mencari kebenarannya,” terangnya.
Sebelumnya, Sekretaris Disdikpora Bulukumba, Ahmad Januaris, mengatakan, dalam pencairan dana sertifikasi guru khusus TK tidak perlu rekomendasi dari bagian PAUD. Pencairan dana sertifikasi langsung ke rekening masing-masing guru yang berhak menerima.
Sehingga rekomendasi dianggap tidak perlu dan tidak dibutuhkan sebenarnya. Kondisi ini berdasarkan pada aturan yang berlaku, namun kemungkinan PAUD memiliki aturan tersendiri dalam pencairannya.
“Saya kira tidak ada rekomendasi pencairan, dan bisa langsung dicairkan di bank. Tapi, mungkin saja ada aturan baru dikeluarkan, yang saya tidak tahu. Kita kan jarang komunikasi,” jelasnya.
Dimana sebelumnya ini terungkap setelah, Salah seorang guru TK yang enggan disebutkan namanya, mengaku, proses pencairan dana sertifikasi sekarang dengan dulu berbeda, sebab dulu bisa dilakukan pencairan tanpa rekomendasi dari PAUD. Saat ini harus ada, bahkan guru terkesan dipersulit, karena harus mengantongi rekomendasi. Mana lagi setelah pencairan guru diwajibkan kembali menyetor uang kepada pihak PAUD hingga ratusan ribu setiap orang. “Ini yang kami tidak tahu, kenapa perlu ada seperti ini,” katanya. (jar/ris/B)

To Top