Empat Pejabat RSUD Latopas Diperiksa Jaksa – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Jentago

Empat Pejabat RSUD Latopas Diperiksa Jaksa

* Terkait Dugaan Korupsi Rp 15,9 Miliar

LAPORAN: DEDI
EDITOR: SUPARMAN

JENEPONTO, RADAR SELATAN — Kasus dugaan korupsi dana kesehatan di RSUD Lanto Dg Pansewang (Latopas) terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto. Kemarin, empat orang pejabat rumah sakti diperiksa sebagai saksi.
“Insya Allah, hari ini kita panggil empat orang lagi untuk diperiksa termasuk bendahara,” ungkap Ketua Tim Puldata (Pengumpulan Data) dan Baket (Bahan Keterangan) Kejari Jeneponto, Surwanto ditemui di kantornya, Senin 29 Februari kemarin.
Menurut Surwanto, kasus dugaan korupsi senilai Rp 15,9 miliar tersebut telah ditingkatkan statusnya dari tahap lidik ke penyelidikan yang mengarah pada tindak pidana khusus. Sejauh ini sudah ada 10 orang di jajaran RSUD Latopas yang telah dimintai keterangan termasuk Direktur, dr. Iswan Sanabi dan Bendahara Pengeluaran, Kaharuddin.
“Untuk kasus ini sudah melalui tahap lidik dan masuk tahap penyelidikan di pidsus (pidana khusus). Sudah ada 10 orang yang diperiksa untuk dimintai keterangan,” tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah aktivis Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) melakuan unjuk rasa di depan kantor Kejari Jeneponto. Mereka mendesak agar kasus tersebut dituntaskan. Bahkan demonstran menyerahkan bukti laporan hasil pemeriksaan (LHP) inspektorat tahun 2015 yang menyebutkan adanya dana sebesar Rp 15,9 miliar di RSUD Latopas yang tidak mampu dipertanggungjawabkan.(ded/man)

Jentago

Empat Pejabat RSUD Latopas Diperiksa Jaksa

* Terkait Dugaan Korupsi Rp 15,9 Miliar

LAPORAN: DEDI
EDITOR: SUPARMAN

JENEPONTO, RADAR SELATAN — Kasus dugaan korupsi dana kesehatan di RSUD Lanto Dg Pansewang (Latopas) terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto. Kemarin, empat orang pejabat rumah sakti diperiksa sebagai saksi.
“Insya Allah, hari ini kita panggil empat orang lagi untuk diperiksa termasuk bendahara,” ungkap Ketua Tim Puldata (Pengumpulan Data) dan Baket (Bahan Keterangan) Kejari Jeneponto, Surwanto ditemui di kantornya, Senin 29 Februari kemarin.
Menurut Surwanto, kasus dugaan korupsi senilai Rp 15,9 miliar tersebut telah ditingkatkan statusnya dari tahap lidik ke penyelidikan yang mengarah pada tindak pidana khusus. Sejauh ini sudah ada 10 orang di jajaran RSUD Latopas yang telah dimintai keterangan termasuk Direktur, dr. Iswan Sanabi dan Bendahara Pengeluaran, Kaharuddin.
“Untuk kasus ini sudah melalui tahap lidik dan masuk tahap penyelidikan di pidsus (pidana khusus). Sudah ada 10 orang yang diperiksa untuk dimintai keterangan,” tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah aktivis Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) melakuan unjuk rasa di depan kantor Kejari Jeneponto. Mereka mendesak agar kasus tersebut dituntaskan. Bahkan demonstran menyerahkan bukti laporan hasil pemeriksaan (LHP) inspektorat tahun 2015 yang menyebutkan adanya dana sebesar Rp 15,9 miliar di RSUD Latopas yang tidak mampu dipertanggungjawabkan.(ded/man)

To Top