Proyek WTC Dianggap Merusak Laut – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Proyek WTC Dianggap Merusak Laut

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Pembangunan Water Front City (WTC) atau bangunan diatas laut kemungkinan akan batal, dikarenakan hingga saat ini menjadi polemik dan dinggap akan merusak ekosistem laut.
Kepala Badan Lungkungan Hidup Daerah (BLHD) Bulukumba, Abdul Rahman dalam rapat Badan Koordinasi Program Daerah (BKPD) yang dilaksanakan, Selasa 15 Maret kemarin mengungkapkan, jika dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) harus diteliti apakah sudah sesuai dengan ekosistem alam Bulukumba, karena menurutnya Bulukumba yang luas tidak perlu membangun diatas laut karena bisa berbahaya dan menggangu ekosistem laut.
“Inikan reklame, berarti laut yang ditimbun, padahal kita ini memiliki wilayah luas, jangan kita ikut daerah lain, atau negara Singapura yang kecil, sehingga untuk menambah wilayahnya menghruskan menimbun laut mereka,” ujarnya.
Selain itu, menurut Rahman, masih banyak yang harus dikerjakan Bulukumba yang dimana permasalahan seperti banjir masih menjadi hal yang utama harus dituntaskan.
Selain itu, laut Bulukumba yang berhadapan langsung dengan laut Flores membuat keberadaan WTC rawan bencana.
“Kalau tetap akan dibangun, butuh pemecah ombak laut, karena rawan bencana,” ujar kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Akrim A. Amir.
Sementara itu, Kabid Penataan Ruang, Dinas Tata Ruang Perumahan dan Cipta Karya (DTRPCK), Muhammad Akil, yang dikonfirmasi via selular mengaku jika pembangunan WTC tergantung kebijakan pemerintahan sekarang untuk melanjutkan pembangunan, hanya saja menurutnya jika pembangunan disetop, maka daerah akan merugi dikarenakan telah banyak anggaran yang telah dikeluarkan untuk pembangunan awal WTC.
“Miliaran yang telah keluar, inikan sudah ada amdalnya, kita sisa membangun saja,” ujarnya.
Wakil Bupati Tomy Satria mengaku jika akan melakukan pengkajian ulang terkait program pembangunan agar tidak meninggalkan kesulitan di kemudian hari.
“Kita tidak mau hanya sekedar membangun, jangan sampai kita hanya bekerja seperti tambal sulam, hanya sekadar membangun saja, tapi baru satu, dua hari sudah rusak,” ujarnya.
Untuk pembangunan nantinya, daerah harus melakukan koordinasi agar, dengan tetap menunjuk Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) sebagai kordinator pembangunan, yang diharapkan pembangunan Bulukumba bisa terprogram dengan baik. (*)

To Top