Ada Pengkhianat di Internal Polres – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Ada Pengkhianat di Internal Polres

#Kapolres: Informasi Lebih Awal Bocor

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Kapolres Bulukumba, AKBP Selamat Riyanto mengaku, ada oknum anggota yang menjadi pengkhianat. Akibatnya, pemberantasan narkoba di daerah yang berjuluk Bumi Panrita Lopi ini, masih sangat sulit dilakukan.
Meski sebelumnya telah berhasil membongkar bandar narkoba di Desa Seppang, Kecamatan Ujungloe, dengan barang bukti sabu-sabu 196 gram, Rabu, 6 April lalu.
Kepada Radar Selatan, Kapolres Bulukumba, AKBP Selamat Riyanto mengaku, sulit melakukan pemberantasan terhadap peredaran narkoba di daerah ini. Kesulitan ini disebabkan adanya oknum anggota yang menjadi penghianat. Jajaran kepolisian akan berusaha bagaimana peredaran barang haram bisa dihentikan. Termasuk mengungkap bandar besar, dan penguna yang melibatkan anak dibawah umur. Upaya ini dianggap menjadi prioritas kepolisian kedepannya.
“Kami kewalahan sebenarnya, karena banyak yang menjadi penghianat. Informasi lebih awal bocor keluar,” ujar Selamat, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 7 April.
Menurutnya, sejauh ini sudah ada beberapa anggota kepolisian yang datang langsung mengaku telah menggunakan barang haram. Hanya, bagi anggota pengguna lebih diarahkan mengikuti pembinaan keagamaan, karena sudah berniat sadar, bahkan sudah ada percobaan beberapa orang mengikuti kegiatan keluar daerah bersama jamaah Tablig hingga tiga hari.
Hasilnya, berhasil dan sudah kembali tidak ingin mengulangi perbuatan yg sebelumnya. Upaya ini dilakukan agar peredaran narkoba bisa dibersihkan, khususnya dalam lingkup polisi sendiri. “Ada yang sudah sadar, dan ini kita coba lakukan bagi pengguna lainnya,” jelasnya.
Meski diakui, kalau rencana pemberantasan narkoba masih sulit dilakukan sebenarnya. Sebab, masih adanya orang didalam yang menjadi penghianat, memberikan informasi keluar padahal kalau tidak maka memungkinkan bisa ditekan. Apalagi, sejak beberapa hari ini, kepolisin berhasil mengungkap bandar besar narkoba di Bulukumba, termasuk aksi begal yang sudah meresahkan para warga. Bahkan, dari hasil penangkapan begal membuat pengguna narkoba dan pengedar terbuka lebar, karena jaringan narkoba menggunakan begal.
“Ternyata, begal ini adalah jaringan narkoba. Makanya, informasi dari begal coba kita kembangkan. Hasilnya, berhasil terungkap,” katanya.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bulukumba, AKP Munasir, menambahkan, pihaknya sudah berhasil menangkap beberapa orang pengguna narkoba maupun statusnya sebagai pengedar yang melibatkan warga. Dia berjanji akan terus mengembangkan, khususnya pasca tertangkap bandar besar narkoba yang baru-baru ini.
Pemberantasan narkoba ini menjadi prioritas utama kepolisian, baik dalam lingkup Polres sendiri maupun diluar. “Iya, ada beberapa orang pengguna sudah ditangkap lagi, ada berprofesi sopir dan bukan. Ini bagian dari pengembangan bandar narkoba sebelumnya,” ujar dia.
Munasir mengatakan, pihaknya kembali menciduk enam orang jaringan pengedar narkoba yang sebelumnya diringkus dengan barang bukti 196 gram sabu-sabu, enam orang yang ditangkap Rabu malam 6 April diantaranya adalah Basran Bin Wahab (32) warga Desa Bontotangga, Kecamatan Bontotiro, Adfat bin Rasyid (33) warga Kelurahan Benjala, Kecamatan Bontotiro, Akbar Bin Bolong (29) Alaraya Desa Mayamppa Kecamatan Ujungloe, Kusman Bin Mangngadal (30) warga Mayamppa Kecamatan Ujungloe masing-masih berropesi sebagai sopir mobil, Zulfikar Bin Sampara (33) warga Jalan Dato Tiro Kecamatan Ujungbulu dan Muh Ridwan alias Aco bin Andi Baso Jalan Dato Tiro Kecamatan Ujungbulu.
“Dari penangkapan enam pelaku ini polisi kembali mengamankan 6 paket sabu-sabu dari tangan beberapa pelaku,” kata Munasir. (**)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!