Rivai Ras Ceramahi Delegasi AS – Radar Selatan

Radar Selatan

Politik

Rivai Ras Ceramahi Delegasi AS

MAKASSAR, RADAR SELATAN — Sebagai pelopor pendidikan pertahanan maritim, bakal calon Gubernur Sulsel, Dr Ir H Abdul Rivai Ras, MS. MM M.Si dalam kesehariannya sangat sibuk dengan aktivitas mendorong kebijakan Poros Maritim Dunia (PMD).
Baru-baru ini, putra Bone itu menjadi pembicara di depan para delegasi National War College Amerika Serikat bertempat di Auditorium Universitas Pertahanan kawasan IPSC Sentul, Jawa Barat.
Dalam kegiatan ini, Rivai memaparkan tentang keamanan maritim di Asia Tenggara, titik ancaman, dan peluang yang mungkin dihadapi Indonesia hari ini. Selain itu, Rivai sebagai bagian dari think tank Kemhan RI, juga menyampaikan rekomendasi (work paper) kepada pihak Kemhan dan Mabes TNI dalam rangka mengatasi isu pembajakan dan penyanderaan warga negara Indonesia yang terjadi di Perairan Tawi-Tawi Filipina.
Beberapa masukkan penting yang disampaikan antara lain; berkaitan legal aspect dan operational serta langkah strategik yang harus diambil pemerintah dalam menyelamatkan warga negara Indonesia (WNI) dari ancaman maut para pelaku teror yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf.
Pada kesempatan berbeda, Rivai juga menjadi narasumber dalam FGD Rumusan Peran Constabulary TNI AL dalam Perspektif Maritime Security yang berlangsung di Mabes TNI AL Cilangkap Jakarta.
“Pemerintah harus mencari jalan terbaik dalam upaya menyelamatkan WNI yang disandera. Intinya jangan ada yang menjadi korban dalam peristiwa ini,” harap Ayah dua anak ini.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat TNI AL antara lain; Asops Kasal, Laksda TNI Ary Atmaja dan Wasaops Kasal, Laksma TNI Putu Wijamahadi, serta beberapa dari pejabat Badan Keamanan Laut. FGD ini juga menghadirkan akademisi dari LIPI yakni Riefqi Muna, PhD dan CSIS, Lis Gindarsah sebagai kontributor ilmiah dalam isu keamanan maritim.
Saat menjadi narasumber, Rivai menyampaikan pentingnya melihat tata kelola maritim yang komprehensif di era demokrasi. Ia memandang bahwa peran konstabulari atau polisionil TNI AL masih sangat diperlukan di tengah-tengah keterbatasan otoritas sipil yang masih terbatas saat ini.
Usai jadi narsum membahas kemaritiman, Rivai juga diundang oleh Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta, bersama dengan sejumlah komunitas national security business dan USAID yang tergabung dalam peserta US National War College, bertempat di Embassy Club Amerika di bilangan Jakarta Selatan. Agenda yang dibicarakan adalah isu keamanan regional dan maritim.
“Kapasitas saya hadir berbicara sebagai Pakar Ketahanan Nasional dan Keamanan Maritim di Indonesia,” terang Rivai Ras, yang juga sempat melakukan pertemuan dengan Penasihat Keamanan AS di Kedubes AS Jakarta.  (**)

 

EDITOR: RISKANDI NUR

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!