Bandara Jadi PR Besar Sukri-Tomy – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Bandara Jadi PR Besar Sukri-Tomy

Bupati Bulukumba, A M Sukri Sappewali dan Wakilnya, Tomy Satria Yulianto.

RADAR SELATAN.CO.ID, BULUKUMBA  — Pembangunan bandara perintis pariwisata Kabupaten Bulukumba, menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintahan Bupati, A M Sukri Sappewali dan Wakilnya, Tomy Satria Yulianto.
Demi mendorong kemajuan Bulukumba, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo, menantang A M Sukri Sappewali-Tomy Satria Yulianto, agar bandara tersebut bisa digunakan pada 2018 mendatang, sehingga daerah ini jadi tiga kali lebih baik dari sebelumnya.
Syahrul mengaku, Bulukumba memiliki potensi yang luar biasa sehingga kinerja pemerintah kabupaten (Pemkab) akan dipertanyakan jika tidak mampu mengelolanya dengan sistematis, dan menjadikannya tiga kali lebih baik.
“Termasuk pembangunan bandara harus terus dilanjutkan. Kami dari Pemprov Sulsel tetap berada di belakang untuk mendukung bupati,” kata komandan, sapaan akrab Syahrul, usai serah terima jabatan (Sertijab) bupati, Rabu, 13 April.
Syahrul tidak hanya berjanji bakal mendaratkan pesawat di Bulukumba, namun juga akan membangun kereta Api. Hanya saja menurutnya, pemerintah provinsi tidak akan mampu merealisasikan apa yang menjadi target pembangunannya tanpa ada dukungan dari pemerintah daerah, sebagai wakil presiden di kabupaten. “Saya sudah bangun rel kereta sepanjang 26 kilometer. Insya Allah Bulukumba nantinya akan dilewati kereta api,” janjinya.
Merespons tantangan Gubernur, A M Sukri Sappewali mengaku bakal melakukan komunikasi dengan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bulukumba, H Andi Rosali Liong, terkait lanjutan bandara perintis tersebut yang untuk pembangunannya sudah dilakukan peletakan batu pertama oleh Gubernur saat hari ulang tahun Bulukumba yang dilaksanakan baru-baru ini.
“Tiga kali lebih baik, tentunya harus ditunjang seluruh aspek. Salah satunya pembangunan bandara yang selama ini lima tahun dicanangkan oleh bupati sebelumnya akan kita lihat kembali,” bebernya, kemarin.
Selain itu, A M Sukri mengaku, menerima tantangan pak Gubernur untuk menjadikan Bulukumba 3 kali lebih baik dari pemerintahan sebelumnya dengan mencurahkan seluruh kinerja dan pikirannya menjadikan Bulukumba lebih.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Bulukumba, H Andi Rosali Liong mengaku, jika saat ini masih menunggu penetapan lokasi (Penlok) Bandara dari Dirjen Perhubungan Udara. Lokasi peletakan batu pertama yang sebelumnya ditetapkan di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari dibatalkan karena susunan program pemerintah pusat yang tidak masuk pada program pembangunan bandara oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Pemprov sudah mau bantu Rp 3,5 miliar, namun dana itu tidak bisa kita pergunakan mengingat penlok dari Dirjen Perhubungan Udara belum ada, mungkin lokasi penetapan pembangunan bandara yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh pak Gub kemungkinan akan batal, karena penyusunan program baru, karena pembangunan bandara kan waktu periode Susilo Bambang Yudhoyono, sekarang di periode Jokowi harus dikaji ulang,” katanya.
Rosali pun mengaku, akan meminta izin kepada bupati untuk memberi izin dan membuatkan surat kepada Dirjen Perhubungan Udara agar cepat menurunkan penlok tersebut. “Tahun ini Pemprov sudah anggarkan, bila belum ada sampai perubahan nanti. Tentunya sangat kita sayangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Bulukumba, Andi Pangerang mengaku, pesimis terkait pembangunan bandara tersebut. Pasalnya, disaat dirinya menghadap ke Dirjen Perhubungan Udara dan bertanya langsung terkait bandara itu tidak direspon dengan baik dikarenakan Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan anggaranya tidak ada.
“APBD 2016 Bulukumba saja tidak menganggarkannya jadi saya lihat sulit terwujud, bila menggunakan anggaran daerah,” jelasnya. (**)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!