Demi Capai Target, Dispenda Bentuk Tim “Door To Door” – Radar Selatan

Radar Selatan

Bantaeng

Demi Capai Target, Dispenda Bentuk Tim “Door To Door”

#Lebih Dekat Dengan Masyarakat

RADARSELATAN.CO.ID, BANTAENG – Dari laporan realisasi Pencapaian  Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) UPTD Wilayah Bantaeng dalam triwulan pertama mencapai 24 persen atau senilai Rp4.000.364.692 dari target Rp17.461.843.750.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dispenda (UPTD) Provinsi Sulsel Wilayah Bantaeng, H Arifuddin Samma S. Sos, Msi menguraikan pencapaian triwulan pertama dari Pajak Kendaraan Bermotor sudah Rp2.265.452.000 dari target Rp9.262.524.050, kemudian Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Rp1.646.597.000 dari target Rp7.789.985.200.

Sedangkan Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan AP terealisasi Rp 7.884.592 dari target Rp32.052.000, Retribusi Jasa Usaha Rp300.000 dari target Rp1.200.000, dan Pendapatan Denda Pajak Rp83.131.100 dari Rp376.082.500. “Tahun lalu kita capai target, dan optimis tahun ini juga demikian,” terangnya, saat ditemui Tim RADARSELATAN.CO.ID di ruang kerjanya, Kamis, 14 Februari.

Dengan berupaya meningkatkan kesadaran warga akan kewajiban membayar pajak kendaraan, Arifuddin menggelar penertiban pajak kendaraan dengan melibatkan Polantas dan Polisi Militer sekali sepekan, serta melakukan kegiatan “Door To Door” dengan membentuk tim khusus, juga memberikan penyampaian melalui persuratan. “Ini tujuannya biar masyarakat sadar akan kewajibannya. Kita turun langsung ke lapangan melibatkan pihak terkait, tapi kalau door to door itu dilakukan oleh tim yang kami bentuk sendiri. Kami bagi perkecamatan jadi sekali jalan bisa menyisir dua kecamatan,” jelasnya.

Selain itu Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Bantaeng juga memiliki program Samsat keliling yang dilakukan ke masyarakat. Program ini sangat efektif dan cukup baik. “Seperti mengambil contoh dari salahsatu pihak bank yang melakukan model pelayanan berjalan (Keliling), kita mendekatkan diri pada masyarakat. Kita istilahnya jemput bola,” kata pria asal Herlang itu.

Menurutnya, salah satu yang menghambat pencapaian target pajak yakni kendaraan cicilan yang dibiayai finance. Sejumlah kendaraan yang ditarik oleh kolektor masih tercatat sehingga terhitung tunggakan. Mutasi kendaraan juga menjadi kendala dimana sejumlah pemilik kendaraan tidak melapor sehingga kendaraanya masih terdaftar di kantor Samsat Bantaeng. “Kalau kendaraan itu kan lintas daerah, kalau sudah bawah ke daerah lain misalnya masih terdaftar disini karena tidak dilapor. Solusinya kita menyediakan layanan secara online untuk mengurangi tunggakan pajak,” tambahnya. (anjar/ian)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!