Mayoritas Pemilih Sulsel Merasa Jauh dengan Parpol – Radar Selatan

Radar Selatan

Hot News

Mayoritas Pemilih Sulsel Merasa Jauh dengan Parpol

Direktur CRC Herman Heizer

RADARSELATAN.CO.ID,  — Celebes Research Center (CRC) melansir temuan soal keterikatan antara masyarakat Sulawesi Selatan dengan partai politik (PartyID). PartyID adalah perasaan seseorang bahwa partai tertentu adalah identitas politiknya, bahwa ia mengidentikan diri sebagai orang partai tertentu, atau bahwa ia merasa dekat dengan partai politik tertentu. Survei yang dilakukan pada medio Maret 2016 tersebut menyatakan mayoritas masyarakat Sulawesi Selatan tidak punya kedekatan dengan parpol.

Direktur CRC Herman Heizer mengungkapkan, secara umum 92,1 persen pemilih di Sulsel tidak memiliki perasaan kedekatan kepada partai politik (party closeness).

“Identifikasi pemilih dengan partai (partyID) ini menunjukkan masih ada problem dasar yang harus diantisipasi parpol. Padahal, partyID ini merupakan komponen psikologis yang akan memberikan sumbangan bagi stabilitas sistem kepartaian, utamanya di Sulsel. Hanya 7,9 persen pemilih yang merasa dekat dengan partai politik tertentu. Saya kira ini menjadi cermin bagi parpol untuk bekerja lebih maksimal agar kinerja mereka bisa melekat di masyarakat,” ujarnya dalam rilis yang dikirim lewat surat elektronik, 13/04.

Dari 7,9 persen yang menyatakan punya kedekatan dengan parpol, masih ada 11,1 persen yang merasa kurang dekat saat ditanya seberapa dekat keterikatannya.

“12,7 persen pemilih merasa sangat dekat. 68,3 persen merasa cukup dekat dan masih ada 7,9 persen tidak tahu seberapa dekat mereka dengan parpol,” jelas Herman.

Jumlah pemilih sebesar 7,9 persen yang mempunyai kedekatan, terdistribusi pada beberapa parpol. Golkar menempati urutan pertama dengan 33,3 persen. Disusul PAN 12,7 persen, Demokrat 11,1 persen, Gerindra 9,5 persen, Hanura 7,9 persen, PDI Perjuangan 6,3 persen, Nasdem 4,8 persen.

“PPP, PKPI, PBB dan dua partai baru (Perindo dan Partai Idaman), masing-masing semuanya mendapatkan 1,6 persen,” tandas Herman, kemarin.

Survei tersebut mengambil jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 800 responden. Dengan penarikan sampel secara acak, jumlah sampel tersebut memiliki toleransi kesalahan dugaan (margin error) +/- 3,4% pada selang kepercayaan 95%. Sampel berasal dari sebanyak 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang terdistribusi secara proporsional. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung dengan menggunakan kuesioner oleh tenaga yang terlatih pada tanggal 7 s/d 14 Maret 2016. Lingkup penelitian adalah seluruh masyarakat Sulawesi Selatan yang sudah dewasa, yaitu berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. (rls)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!