Serap Gabah Tak Tercapai, ADD Dikurangi – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Serap Gabah Tak Tercapai, ADD Dikurangi

#Bulukumba Target 100 Ribu Ton Tahun Ini

RADARSELATAN.CO.ID, BULUKUMBA — Bupati Bulukumba, AM. Sukri A. Sappewali akan memotong Anggaran Dana Desa (ADD) di Kabupaten Bulukumba jika ada desa yang tidak membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba dalam mencapai target Serap Gabah (Sergap)  sebanyak 100 ribu ton yang sudah ditetapkan   Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Menurut Andi Sukri, upaya Sergab di Bulukumba yang ditargetkan sebanyak 100 ribu ton merupakan cara pemerintah dalam menstabilkan harga gabah yang saat ini jatuh akibat tengkulak yang mempermainkan harga di pasaran. Untuk itu Bupati  meminta  kerjasama Pemerintah Desa (Pemdes) untuk menstabilkan harga gabah dengan menjual ke Bulog dengan harga yang telah ditetapkan sebesar Rp 3.700 per kilogramnya.

“Untuk apa kasih ADD kalau tidak bekerja inikan demi kemaslahatan bersama.  Saya mau target ini tercapai guna ketahanan pangan Bulukumba, pokoknya gabah jangan dikasi ke tengkulak,” ujarnya setelah pelaksanaan rapat koordinasi penyerapan gabah petani di Ruang Pola, Jumat 15 April.

Menurut Sukri, jika target tidak tercapai, bukan hanya ADD yang dia kurangi, namun bantuan dari Kementan juga akan disetop, sehingga kesejahteraan para petani akan semakin jauh dari harapan.

Dandim 1411 Bulukumba, Letkol ARH Budi Laksana, yang di temui RADAR SELATAN juga mengungkapkan jika upaya TNI dalam membantu daerah  memaksimalkan Sergap sudah berjalan maksimal. Keterlibatan TNI bahkan sudah  dilakukan oleh TNI sejak 2014 silam. Menurutnya untuk mencapai target di tahun 2016, dia mengaku menjemput hasil panen petani di  masa panen termasuk di hari libur seperti hari Sabtu dan Minggu. Untuk awal panen ini, Budi mengaku telah menyerap gabah sebanyak 1.200 ton dari  4 Kecamtan yakni Ujung Bulu, Bulukumpa, Ujung Loe, dan Kecamatan Gantarang  selama Januari hingga 14 April kemarin.

Meski begitu,  dalam menyukseskan Sergab, Budi mengaku masih mengalami hambatan  diantaranya, pada saat panen para tengkulak sudah mendatangi para petani untuk membeli gabah, sementara pihak Bulog terlambat   menjemput hasil panen petani. Kendala lain adalah  daya beli Bulog hanya dibawa Rp 3700 saja. Toh banyaknya  kendala, tidak menurunkan semangat para prajurit dalam membantu petani.

Dandim mengaku ingin memaksimalkan  apa yang menjadi target, dengan mendirikan posko di Bulog dan di setiap perbatasan kabupaten, untuk mencegah terjadinya beras Bulukumba keluar dari daerah Bulukumba.

” Kita mau semua bekerjasama, Target ini harus kita capai, kami akan maksimalkan pendampingan oleh petani, termasuk meminjamkan alat pertanian yang dimiliki oleh Kodim Bulukumba,” ujarnya.

Budi menjelaskan, jika hasil panen di Sergap dengan maksimal dengan luas lahan pertanian Bulukumba seluas 22.253 Hektar dikali 6 ton perhektar maka menurutnya akan melebihi target sebanyak 100 ribu Ton.

Hal tersebut di benarkan,Kepala Seksi Kelembagaan, Kemitraan dan Pembiayaan Dinas Pertanian,Tanaman Pangan dan Holtikultura, Muktas Hakim. Menurutnya  yang  dari 25 hektar sawah, dan 22.253 hektar yang aktif dipastikan akan melebihi target meski hanya sekali panen saja.

” Insya Allah bisa, meski dengan cuaca yang yang tidak bersahabat, insya allah kita bisa capai target, asalkan penjemputan hasil panen bisa dimaksimalkan,” terangnya.

Sementara itu Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog Bulukumba Abd Muhkti, mengungkapkan penyerapan gabah tidak bisa maksimal dilakukan jika tidak ada partisipasi dari seluruh elemen masyarakat. Namun dalam Sergab 2016 dia siap untuk membeli seluruh hasil panen masyarakat Bulukumba dengan harga Rp 3.700 per kilonya.

” Ini target yang diharus dicapai, jadi harus ada peran seluruh elemen, jangan sampai bantuan pertanian diambil karena kita tidak capai target,” ujarnya. (awa)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!