Tertinggal, Legislator Malah Minta Motor Trail – Radar Selatan

Radar Selatan

Jentago

Tertinggal, Legislator Malah Minta Motor Trail

TOLAK MOTOR. Salah satu anggota DPRD Jeneponto menandatangani surat pernyataan penolakan rencana pengadaan motor trail yang disodorkan Pemuda Muhammadiyah di gedung DPRD setempat, kemarin.

#Siapkan Anggaran Rp 4,9 Miliar

RADARSELATAN.CO.ID, JENEPONTO — Status daerah tertinggal yang disematkan kepada Kabupaten Jeneponto nampaknya berbanding terbalik dengan kondisi riil di daerah ini. Pasalnya, tahun ini DPRD setempat mengusulkan pengadaan motor trail untuk setiap anggota dewan yang berjumlah 43 orang.

Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang diusulkan untuk pengadaan motor dinas ini mencapai Rp 4,9 miliar. Hal ini pun mendapat sorotan dari sejumlah elemen, termasuk Pemuda Muhammadiyah setempat dengan mendatangi gedung DPRD Jeneponto, Rabu kemarin.

Aksi yang dipimpin Ketua Pemuda Muhammadiyah Jeneponto, Ruslan ini sebagai bentuk penolakan terhadap rencana para anggota dewan tersebut yang dinilai hanya berorientasi pada kepentingan idivindu. Apalagi, usulan pengadaan motor trail ini tidak masuk dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2016.

“Kami secara tegas menolak rencana anggota dewan ini membeli motor trail, untuk apa? Apa manfaat langsungnya kepada masyarakat. Ini lebih cenderung kepada kepentingan pribadi saja,” kata Ruslan ditemui di gedung DPRD Jeneponto.

Hanya saja, para Pemuda Muhammadiyah ini hanya diterima tingga anggota dewan, yakni Baharuddin Kai (Fraksi Nasdem), Andi Baso Sugiarto (Fraksi Gerindra), dan Hanafi Sewang (Fraksi PAN). “Kami akan kembali datang ke sini untuk meminta seluruh anggota dewan bertanda tangan menolak rencana ini. Kami sudah siapkan surat pernyataan sikap penolakanu untuk ditandatangani semua anggota dewan,” tegas Ruslan.

Sementara itu, Andi Baso Sugiarto kepada Pemuda Muhammadiyah mengaku orang pertama yang sejak awal menolak rencana rekan-rekannya tersebut. ‘ Waktu saya dengar akan ada pengadaan motor trail untuk para anggota dewan, maka saya orang pertama saat itu yang menolak keras pengadaan itu,” ujarnya sembari menandatangani surat pernyataan penolakan yang disodorkan kepadanya. (*)

________________
REPORTER: DEDI
EDITOR: SUPARMAN

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!