Memecah Ombak Membawa Ratusan Judul Buku – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Hot News

Memecah Ombak Membawa Ratusan Judul Buku

BERPOSE. Direktur Harian Radar Selatan, Sunarti Sain (pertama dari kanan), saat berpose dengan Muhammad Ridwan Alimuddin (kedua dari kanan). [foto: ist]

#Berlayar Bersama Perahu Pustaka Patingalloang (1)

Pernah berlayar membelah samudera hanya untuk membawa buku-buku demi  anak-anak pesisir? Sebagai jurnalis, saya kerap melakukan perjalanan laut, darat dan udara ke pelosok terpencil.  Tapi baru kali ini melakukan pelayaran dengan perahu kecil demi menghidangkan bacaan kepada warga pesisir di Bulukumba.

Laporan: Sunarti Sain

Kamis 28 April 2016 bertepatan dengan tanggal wafatnya penyair besar Chairil Anwar, bersama penggiat literasi di Bulukumba, Basmawati Haris, kami menjadi volunteer (relawan) untuk Perahu Pustaka Patingalloang yang berkunjung di Bulukumba.
Perahu Pustaka Patingalloang (P3) adalah perahu jenis ba’go bercadik dari Tanah Mandar. P3 memang ‘dilahirkan’ untuk menjadi perpustakaan bergerak. Dimotori penggiat literasi dari Pesisir Pambusuang, Muhammad Ridwan Alimuddin, P3 resmi beroperasi keliling Sulawesi sejak tahun 2015.
Tahun ini, Puluhan pulau-pulau kecil sudah didatangi Perahu Pustaka di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Dalam rangkaian Hari Buku dan Hari Pendidikan 2 Mei, P3  kembali melakukan pelayaran dari Sulbar sampai ke Sulawesi Tenggara. Kali ini, pelayaran Perahu Pustaka singgah di Bulukumba.
Sejak awal, Ridwan selaku nakhoda Perahu Pustaka sudah menyampaikan keinginannya untuk bersilaturahmi dengan para penggiat literasi di kota ini. Tidak ada jamuan istimewa menyambut para pahlawan literasi dari tanah Mandar. Rabu malam 27 April,  para sawi (awak perahu) yang terdiri dari Puaq Pia, Puaq Yahya, dan Anwar serta Ridwan sendiri hanya dijamu makan malam sederhana di area Taman Baca Pinisi, di Cekkeng Nursery. Menunya nasi santan khas Bulukumba dan ikan bakar. Turut hadir malam itu, Kadis Tata Ruang Bulukumba, Pasakai, pengusaha Hj. Nirwana, dan Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Andi Surti.
Malam makin larut dan diskusi mengenai pengembangan minat baca ditutup dengan saling bertukar buku. Sebuah silaturahmi yang penuh dengan kehangatan. “Saya sudah 10 tahun tidak menginjakkan kaki di Bulukumba. Saya seperti mengunjungi keluarga sendiri,” ujar Ridwan yang pernah menjadi wartawan di Radar Sulbar.
Perahu Pustaka yang sandar di pesisir Cekkeng Nursery menjadi oase bagi masyarakat pesisir khususnya anak-anak. Muatannya tidak biasa. Seperti namanya, P3 membawa ratusan judul buku yang didominasi buku cerita untuk anak-anak.
Buku-buku tersebut  diperoleh Ridwan dari donasi para penggiat literasi yang datang dari berbagai penjuru negeri. Inisiatif membangun P3 salah satunya digagas oleh Nirwan Arsuka, wiraswasta yang tinggal di Jakarta dan dikenal luas sebagai penggiat literasi lewat Armada Pusakanya yang tersebar di pelosok negeri.
Saya sendiri beruntung bisa merasakan pelayaran pustaka  meski hanya empat jam. Bersama Basmawati Haris, seorang mahasiswi yang bergerak di dunia literasi, kami berlayar dari Cekkeng ke Panrangluhu. Jarak  20 mil itu kami tempuh selama empat jam dalam kondisi cuaca yang sangat bersahabat. Ombak tenang dan tak ada masalah dengan perahu kecil dengan dua mesin 15 pk.
Basma, partner berlayar tampak ceria. Saat perahu bergoyang-goyang ia tak menunjukkan kecemasannya. Semangatnya makin membubung begitu perahu mulai memasuki perairan Panrangluhu. Di bibir pantai sudah berdiri beberapa anak-anak usia sekolah. Ya, misi kami adalah menghidangkan buku-buku bacaan untuk mereka. (bersambung)

To Top