Pemuda Bulukumba Buka Lapak Baca Gratis – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Hot News

Pemuda Bulukumba Buka Lapak Baca Gratis

LITERASI. Sejumlah anak tengah asik membaca di lapak buku gratis yang milik pemuda penggiat literasi. [ANJAR S MASIGA/RADAR SELATAN]
#Sebar Virus Literasi, Cerdaskan Anak Bangsa

Muhammad Akbar bersama kawan melakukan aksi sebar virus literasi di pusat keramaian di Bulukumba seperti di Lapangan Pemuda dan Taman Cekkeng. Selain menyiapkan buku secara gratis, hebatnya mereka menarik perhatian anak-anak dengan menyiapkan doorprize.

LAPORAN: ANJAR S MASIGA

LAPAK buku gratis, sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan pemuda pejuang literasi di Bulukumba, hanya saja sejauh ini belum konsisten mengingat kesibukan masing-masing. Apalagi mereka masih terdaftar sebagai mahasiswa sehingga tidak mudah untuk membai waktu. Namun keinginan dan tekad mereka membuat aksi sosial ini tetap berjalan sesekali.
Salah seorang yang bergabung, Muhammad Akbar, belum lama ini namanya menjadi populer di kalangan penggiat literasi bukan hanya di Bulukumba. Ia dikenal sebagai pendiri Kucang Pustaka yang beralamat di Bontosunggu, Kecamatan Gantarang. Pria yang akrab disapa Akbar ini salah satu aktor bersama teman penggerak literasi lainnya seperti Basmawati Haris dan Ahmad Muthahir. Bukan hanya bertiga tapi bersama kawan-kawan lainnya yang bergabung dalam Sekolah Sastra Bulukumba (SSB) yang didirikan budayawan, Andhika Mappasomba. Kegiatan ini disebut menebar virus literasi.
“Kemarin kita lakukan di Lapangan Pemuda, hari ini di Taman Cekkeng. Rencanaya nanti seperti itu, jadi tiap Sabtu dan Minggu kita buka lapak baca,” ungkap pria kelahiran Bontosunggu, 7 April itu, disela-sela kesibukannya membimbing beberapa anak untuk membaca, Minggu, 1 Mei.
Dalam kegiatan baca buku gratis itu, tampak sejumlah anak dengan sepatu roda duduk bersila dalam karpet biru yang penuh tumpukan buku. Mereka tampak asik membalik setiap halaman buku yang dibaca. Sesekali bertanya pada pemuda penggerak literasi jika ada yang tak dimengerti. Begitulah cara mereka menebar virus literasi, bukan hanya mengajak membaca tapi menjadi guru, mengajarkan menulis dan membaca serta memberikan pemahaman terhadap hal yang belum dimengerti.
Bagi Akbar mengajak anak-anak membaca adalah sesuatu yang menyenangkan baginya. Itu sebabnya pria yang mulai menyukai buku baru beberapa tahun ini memiliki cita-cita bisa menjadi penggiat literasi yang sesungguhnya. Seperti idolanya, Muhammad Ridwan Alimuddin, pendiri perahu pustaka dari Mandar. “Cita-citaku sekarang bisa menjadi penggiat literasi karena saya tahu manfaatnya. Kalau bisa mengajak adik-adik dan masyarakat Bulukumba membaca itu sangat menyenangkan,” katannya.
Basmawati Haris juga demikian. Bahkan pengalaman yang tidak bisa dilupakan mahasiswa STKIP Jurusan Bahasa Inggris ini ketika ia melakukan aksi sebar virus literasi tiba-tiba ada anak kecil yang memintanya datang lagi. “Kalau ada anak yang bilang Kakak Basma besok datang lagi yang itu rasanya senang sekali. Saking semangatnya capek jadi hilang,” kenang sekertaris Srikandi Pemuda Pancasila Bulukumba yang aktif menjadi penggerak literasi sejak tiga tahun terakhir.
Baginya, mengajak membaca itu bukan sesuatu yang mudah. Apalagi di era globalisasi, sejumlah anak senang bermain game dan sebagainya ataupun sesuatu yang kekinian seperti bemain sepatu roda. Sehingga ia bersama kawan-kawan kadang menunggu lama hingga lapak mereka dihampiri. “Kita kan sasarannya anak-anak, tidak gampang itu mengajak mereka membaca, kita harus bujuk mereka. Malah salah satu trik kita, kita siapkan doorprize untuk mereka,” beber wanita kelahiran Bulukumba, 23 April 1994 itu.
Bukan hanya mengajak membaca, Basma juga aktif sebagai pengajar lepas. Ia banyak mengajar Bahasa Inggris di kawasan pesisir pantai seperti di Kelurahan Terang-terang, dan pusat keramaian lainnya termasuk di Kucang Pustaka. “Kalau siswaku banyak SD. Ada juga yang TK tapi saya ajar menulis,” kata perempuan yang bercita-cita menjadi psikologi itu.
Selain lapak buku gratis, gerakan literasi juga dilakukan Warkop MJ 25 yang berada di Jl Andi Mappijalan. Selain bisa menyeruput kopi nikmat, warkop tersebut menyaipkan buku bacaan berupa novel. (**)

To Top