Hanif Dhakiri: Pengangguran Harus Didukung Kuat – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bantaeng

Hanif Dhakiri: Pengangguran Harus Didukung Kuat

MERESMIKAN. Menteri Ketenagakerjaan (Manaker) Republik Indonesia (RI), Muhammad Hanif Dhakiri meresmikan gedung BLK Bantaeng, Senin, 9 Mei. [ANJAR S MASIGA/ RADAR SELATAN]

#Manaker Berharap BLK Dikelola Profesional

RADARSELATAN.CO.ID, BANTAENG — Balai Latihan Kerja (BLK) Bantaeng yang dibangun 2013 melalui APBN telah diresmikan pada Senin, 9 Mei oleh Menteri Ketenagakerjaan (Manaker) Republik Indonesia (RI), Muhammad Hanif Dhakiri. Dalam kegiatan ini Manaker menegaskan BLK untuk percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja sehingga seluruh pengangguran bisa ditangani di BLK.
Manaker menjelaskan, secara nasional perekonomian Indonesia normal tapi terjadi ketimpangan sosial. Terjadi kesenjangan pendidikan, sekolah kejuruan digenjot namun pelatihan kerja sedikit. Mayoritas pengangguran di Indonesia berkisar 68 persen tingkat pendidikan hanya sampai SD dan SMP. Dalam hal BLK harus menjadi jembatan untuk menyiapkan SDM tersebut menjadi tenaga kerja yang handal.
“Ini penganggur harus didukung kuat, BLK harus jadi jembatan bagi lulusan SD ataupun SMP. Kasihan mereka mau kerja nggak punya skill, mau lanjut sekolah usia terlalu tua dan mau masuk BLK dikasih syarat, kan bunuh diri jadinya,” ujarnya.
Pengangguran, kata dia masih menjadi tantangan besar. Tumpuan pada Sumber Daya Alam (SDA) harus dikatakan cukup semua pihak harus menguatkan komitmen, dan mulai saat ini SDM yang harus digenjot agar memiliki nilai lebih. Persaingan sudah terjadi dan harapan bangsa ini bukan hanya menjadi penonton tapi menjadia pemain. “Kita jangan hanya jadi pasar. Makanya SDM yang akan diooptimalkan agar menjadi daya saing yang kuat. Kalau normalnya oang kerja dua jam kita kerja empat jam biar punya nilai lebih,” katanya.
Selain itu, Menaker juga berharap Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Dirjen Binalattas) dan jajarannya benar-benar serius melaksanakan pelatihan di BLK Bantaeng secara profesional dan konsisten serta menjalin komunikasi yang intensif dengan pihak mitra sehingga output pelatihan dari BLK Bantaeng ini benar-benar dapat 100 persen terserap bekerja di industri. “Saya mendapat laporan dan menyambut baik bahwa meskipun baru diresmikan saat ini, sebagai langkah awal BLK Bantaeng telah melakukan kerjasama teknis dengan JICA-Ehime Toyota,” urai Menaker.
Kerjasama yang terwujud dalam bentuk pengembangan instruktur untuk mekanik mobil di Bantaeng ini akan berlangsung selama 2 tahun, di mana lulusan pelatihan ini nantinya akan disetarakan dengan kualifikasi mekanik mobil Toyota level 2 (level master). “Saya berharap ke-16 peserta pelatihan ini berhasil memenuhi kualifikasi setara level 2 mekanik mobil Toyota tersebut, sehingga mereka dapat bekerja sebagai mekanik di perusahaan-perusahaan otomotif setara Toyota,” katanya.
Dalam paradigma pengembangan SDM berbasis kompetensi, pelatihan yang diselenggarakan oleh setiap lembaga pelatihan harus mengacu kepada standar-standar penyelenggaraan pelatihan yang telah ditetapkan, seperti Standar Kompetensi, instruktur atau fasilitator, sarana dan fasilitas maupun manajemen pelatihan.
Menaker meyakini, capaian awal pelatihan yang diraih oleh para peserta pelatihan ini merupakan bentuk sinergi yang terjalin antara Pemerintah, Swasta dan Masyarakat. Upaya peningkatan kompetensi masyarakat yang diupayakan oleh Pemerintah tidak akan berjalan tanpa good will (itikad baik) dari Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat.
Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah mengatakan, keberadaan BLK Bantaeng bisa menjadi center poin di selatan-selatan Sulawesi Selatan. Sehingga diharapkan pimpinan dari daerah-daerah tetangga bisa bersinergi. “Saya bersyukur ini bisa terlaksana dan BLK ini sangat strategis, bisa untuk mengakomodir daerah selatan,” katanya. (jar/ris)

To Top