Kapolres Sebut Pemberitaan di Medsos Tak Berimbang – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Hot News

Kapolres Sebut Pemberitaan di Medsos Tak Berimbang

#Soal Cubit Siswa Guru Dipenjara

RADARSELATAN.CO.ID, BANTAENG — Kapolres Bantaeng, AKBP Kurniawan Afandi meluruskan kabar yang menghobokan dunia maya terkait guru SMP N 1 Kabupaten Bantaeng, Nurmayani Salam yang dipenjara kabarnya gara-gara mencubit siswanya, Ti (15). Berdasarkan laporan bukan hanya pencubitan yang dilakukan bahkan akibat perbuatan tersebut korban mengalami trauma.
Menurut Kurniawan, kabar yang beredar di dunia maya (media sosial (Medsos),) tidak berimbang. Sebab yang menonjol hanya pencubitan yang dilakukan oleh guru 48 tahun itu sehingga menggiring persepsi masyarakat hanya pada satu sudut pandang. “Gara-gara cubitan yang beredar padahal korban sampai trauma tumpul, pipi kiri memar, paha kiri dan kanan memar bahkan mengalami sesak nafas,” jelasnya, Senin, 16 Mei.
Kurniawan juga membantah jika guru biologi tersebut pernah di tahan di Polres Bantaeng. Bahkan pada awalnya, pihaknya mencoba mendamaikan pihak korban dan pelaku. Namun upaya penyelesaian kekeluargaan ini berujung buntu karena pihak pelaku menanggapi dengan negatif. “Kami pernah arahkan untuk damai tapi ibu Maya cuma bilang mauna ji uang itu polisi,” ungkapnya.
Dalam kasus ini, kata Kurniawan, pelaku melanggar UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Kronologis kejadian berdasarkan curhatan korban di media sosial, kala itu Jumat, 14 Agustus 2015 pada pukul 09.00 wita, sedang jam istirahat. Korban bersama rekannya, Virgin bermain air di dekat musala dan saat itu guru yang akrab di sapa ibu Maya melintas. Melihat kejadian ini Maya yang kesal karena merasa terkena air memanggil korban ke BK.
“Terus na cubit ki paha kananku sama paha kiriku sampai lebam terus menghindar ka disitu karena sakit sekali mi kurasa jadi langsung na tinju dadaku ibu Maya kanan kiri terus menangis ka na langsung na tinju pipi kiriku terus na bilang kalau menangiska lagi na tinju ki mukaku,” tulis korban.
Diketahui korban yang duduk di bangku kelas VIII ini, merupakan anak polisi bernama Ipda Irwan Efendi yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Selayar. (jar/ris)

To Top