Mahasiswa Tuntut Ketua STKIP Mundur – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Mahasiswa Tuntut Ketua STKIP Mundur

#Jumasse: Ini Akibat Politik Internal Kampus

RADARSELATAN.CO.ID, BULUKUMBA — Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bulukumba, menggelar aksi unjukrasa di depan kampusnya. Mereka menuntut Jumasse Basra turun dari jabatannya, Senin, 16 Mei.
Koordinator aksi, Suandi Kajang menilai Jumasse, diduga melakukan tindak pidana korupsi dana pembangunan kampus II senilai Rp7 miliar dari Sumbangan Pembangunan dan Pedidikan (SPP) dan bantuan pembangunan rusunawa senilai Rp15 miliar dari pemerintah.
“Yang paling penting alumni STKIP yang tidak terserap di dunia kerja. Ini menunjukkan perhatian kampus dalam mengelola SDM STKIP yang rendah,” ujarnya.
Lucunya, unjuk rasa ini diwarnai bentrok dengan aparat, kala mahasiswa ingin masuk ke kampusnya sendiri, lalu diadang puluhan aparat Kepolisian Resor Bulukumba yang mencoba menerobos pagar untuk bertemu Ketua STKIP.
Awalnya aksi saling dorong, berubah jadi baku pukul. Sedikitnya, ada dua mahasiswa mengalami luka-luka. 10 menit kemudian bentrok redah, setelah pihak STKIP mengizinkan perwakilan mahasiswa menemui Jumasse.
Sayangnya, pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil. Bentrokan kembali terjadi di dalam kampus. Mahasiswa yang tidak puas melampiaskan amarah dengan merusak fasilitas kampus seperti kaca jendela, mading dan kotak sumbangan tidak luput menjadi korban amukan mahasiswa.
Namun lewat kesiapan kepolisian yang berjaga di depan kampus, membuat mahasiswa berhasil didorong keluar dan membuat kampus kembali aman setelah sebelumnya geger akibat ulah oknun mahasiswa yang anarkis.
Ketua STKIP Muhammadiyah Bulukumba, Jumasse Basara, membantah tuduhan korupsi yang dituduhkan kepadanya. Ia menjelaskan, untuk pembangunan kampus II yang terdiri dari pembangunan wisma Rp 2,4 miliar termasuk pembebasan lahan Rp 750 juta. Pembebasan lahan untuk jalanan kampus Rp 195 juta, pengerjaan pembetonan Rp 1,1 miliar sepanjang 400 meter.
Selain itu, pembangunan trotoar kiri kanan dan lampu jalan Rp 1,5 Miliar.  Serta pengadaan rusunawa pada tahun 2013, melalui anggaran Kementerian PU dan Perumahan Rp 15 Miliar yang menurutnya tidak pernah dikelola oleh kampus.
” Kami sudah berapa kali diperiksa, silahkan laporkan kalau memang ada temuan, yang pasti kami sudah kelola dengan sebaik-baiknya, termaksud pembangunan rusunawa Rp 15 miliar yang langsung oleh PT Waskita PU dan Perumahan rakyat. kita hanya terima kunci,” ujarnya.
Jumasse menilai aksi yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan dampak dari politik didalam tubuh STKIP yang akan berlangsung pada tahun 2017 mendatang. (awa/ris)

To Top