Polres Jemput Pelaku Pemerkosaan di Bontotiro – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Polres Jemput Pelaku Pemerkosaan di Bontotiro

MELAPOR. Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bulukumba, Bripka Asriati SH saat menerima laporan dari keluarga korban, Hartatia, kemarin. [FOTO:ANJAR S MASIGA/RADAR SELATAN]

RADARSELATAN.CO.ID, BULUKUMBA — Setelah menerima laporan pemerkosaan di Bontotiro, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bulukumba, rencananya sore ini (kemarin, red) akan melakukan penjemputan terhadap pelaku yang telah ditahan sejak Sabtu, 14 Mei.
Banit Idik Bripka Asriati SH mengatakan, laporan secara resmi dilaporkan hari ini. Pihaknya sementara melakukan penyelidikan. “Saya terima hari ini (kemarin) pukul 14.30. LP 223 masuk 13 Mei kemarin, kita baru mau jemput sebentar pelakunya,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 16 Mei.
Menurut pengakuan keluarga korban berdasarkan hasil USG di RSUD Bulukumba, kata Asriati sudah 24 minggu atau 6 bulan. “Hasilnya kami belum jemput tapi keteranngannya sudah 6 bulan,” kata penyidik.
Atas perbuatannya, pelaku melanggar UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam pasal 81ayat menjelaskan setiap orang yang melanggar 76 dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.
Ayat 2 menjelaskan ketentuan pidana sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1, berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, atau membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.
Menurut Asriati, kasus ini tidak akan lama ditangani pihaknya mengingat pelaku sudah diamankan. “Cepat ji ini, tergantung dari cepat-cepatnya saksi yang diperiksa, kalau pelaku tidak masalah karena sudah diamankan,” katanya.
Keluarga berharap pelaku dapat hukuman yang setimpal dan proses adat atau tradisi juga berjalan. “Ada kan kalau kita di kampung tradisi. Ini harus dijalankan, bagaimanapun ini anak mau melahirkan tentu harus punya bapak,” kata paman korban, Jusmin (jar/ris)

To Top