Kejari Tahan Mantan Kadinkes-Rekanan – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Hot News

Kejari Tahan Mantan Kadinkes-Rekanan

#Kasus Dugaan Korupsi Alkes 2011

RADARSELATAN.CO.ID, BULUKUMBA — Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bulukumba, dr Dian Wellyati Kabier, bersama rekanan, Syamsuddin Rauf, resmi ditahan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas IIA Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, Selasa, 17 Mei.
Keduanya, tersangka kasus dugaan korupsi mega proyek pengadaan alat kesehatan (Alkes) Puksemas sebesar Rp20 miliar pada 2011 silam.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, Muhammad Ihsan mengungkapkan, penahanan terhadap kedua tersangka tersebut merupakan tindaklanjut dari kasus Alkes sendiri. Sebab, sebelumnya pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek, Muh Alwi, sudah menjalani hukuman hingga satu tahun tiga bulan.     Hanya saja, berkas kasus tidak bersamaan prosesnya, karena berbagai kendala. Jumlah kerugian negara mencapai Rp 4 miliar lebih. “Hari ini (kemarin), dua orang ditahan. Ada dokter gigi dan rekanan Syamsuddin,” ujarnya, Ihsan, saat ditemui di kantornya, Selasa, 17 Mei.
Munurut Ihsan, Alasan penahanan keduanya di Lapas kelas IIA, dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri, menghilankan alat bukti, dan akan mengulangi kesalahan yang sama, kemudian ancaman hukuman terhadap mereka berada diatas lima tahun. Tersangka akan dititip di Lapas selama 20 hari.     Selanjutnya, Kejaksaan baru segera melengkapi berkas sebelum melimpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar guna menjalani persidangan. Tersangka kasus Alkes sudah lengkap, sebab sudah ada rekanan, kuasa pengguna anggaran dan PPK.
“Mungkin tidak ada lagi pengembangan. Tersangka sudah lengkap. Tinggal dilimpahkan ke Pengadilan Makassar saja,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Bulukumba, Prima menambahkan, peranan kedua tersangka masing-masing kuasa pengguna anggaran (KPA), dr Dian Wellyati Kabier, dan Syamsuddin Rauf sebagai rekanan. Jumlah kerugian negara sendiri mencapai Rp4 miliar dari total anggaran yang ada.
“Dia memiliki peranan berbeda. Ada KPA dan rekanan. Kita hanya titip sementara di Lapas. Berkas akan dilengkapi, selanjutnya dilimpahkan ke Tipikor Makassar,” katanya.
Kuasa Hukum Syamsuddin Rauf, Yusuf Gunco, mengaku, rekanan bersama dokter sudah diambil, namun sebagai orang taat hukum dalam pelimpahan tahap dua kasus Alkes, kejaksaan berpendapat lain dengan melakukan penahanan terhadap kliennya.
Hanya, kata dia, penahanan ini merupakan hak penuh jaksa penuntut umum (JPU). Tahap penuntutan merupakan tanggungjawab jaksa bukan lagi kepolisian. “Ini prosuder, dan kami maklumi. Karena ini merupakan hak penuh JPU,” ujar dia. (**/A)

To Top