Potensi Perempuan Memengaruhi Stabilitas Ekonomi – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Potensi Perempuan Memengaruhi Stabilitas Ekonomi

Soraya Haque mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam lingkunngannya. Sebab kemajuan suatu daerah dilihat dari perempuannya.

LAPORAN: ANJAR S MASIGA

MEMENUHI undangan Wakil Ketua PPK Bulukumba, Siti Isniyah di rumah jabatan wakil bupati Bulukumba, Jl Matahari, Soraya Haque tampak akrab dengan perempuan-perempuan Bulukumba yang hadir sore itu. Mantan peragawati yang tenar pada tahun 1980-an didampingi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kabupaten Bulumba dan Latulip.
Dalam kesempatan sore itu, Aya, sapaan akrab wanita kelahiran Plaju, Palembang, 7 Februari 1965 ini, banyak berbagi ilmu. Sebagai narasumber dalam kegiatan seminar yang mengangkat tema “Kepribadian dan Kecantikan” yang dilaksanakan Iwapi Bulukumba besok (hari ini, red), ia sedikit membeberkan peran perempuan. Secara garis besar potensi perempuan memengaruhi stabilitas ekonomi.
“Semakin mandiri perempuan semakin besar pengaruhnya terhadap lingkungan. Mau lihat daerah mandiri, lihat dari perempuannya,” ujar ibu tiga anak itu.
Kepribadian merupakan karakter dasar manusia. Dalam pemikiran Aya ini tidak lepas dari akar budaya masing-masing. Sehingga karakter suatu daerah berbeda, misalnya perempuan Jawa berbeda dengan perempuan Kalimantan dan juga perempuan Sulawesi. “Perempuan Sulawesi itu berani ungkapkan espresi beda dengan perempuan Jawa. Tinggal ini yang dikembangkan,” katanya.
Melihat situasi saat ini, Aya menilai sejumlah orang dan perempuan pada khususnya lupa akan jati dirinya. Lupa akan akar budaya datang dari mana. Terbiasa dengan budaya feodal, sebab terlalu lama dijajah. Melihat negara lain seperti dewa, padahal seharusnya budaya itu dicintai.
“Kita harus cintai dulu budaya kita, cintai budaya Bulukumba, budaya Sulawesi. Saya datang dari ibu yang Jawa Timur sehingga berkembang sebagai gaya Surabaya, tapi bentuknya seperti ini, saya masih tahu unggah ungguh Jawa. Itu akar budaya ini yang musti ditelisik lagi,” kata istri Ekki Soekarno.
Dalam benaknya, Siti Isniyah, perempuan Sulawesi tergambarkan kelembutan dan juga ketangguhan. Ini berdasarkan gambaran dari sosok ibu yang dibanggakannya. “Sepakat dengan yang disampaikan ibu Aya, kita harus bangga dengan keperibadian sebenarnya perempuan Sulawesi. Saya lihat itu dari ibu saya, perempuan yang patuh terhadap suami, sosok lembut sebagai ibu dan istri,” katanya. (**)

To Top