Khrisna Pabichara Kenalkan Novel Terbarunya “NATISHA” di Bulukumba – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Hot News

Khrisna Pabichara Kenalkan Novel Terbarunya “NATISHA” di Bulukumba

Kharisna Pabicara , Saat memperkenalkan Novel terbarunya

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Setelah launching novel NATISHA dalam ajang Makassar International Writers Festival (MIWF) 2016 yang berlangsung di Benteng Rotterdam selama empat hari. Penulis muda, Khrisna Pabichara memperkenalkan karya terbarunya di Bulukumba dalam bincang novel NATISHA.

Kegiatan yang di gelar di The Brother Coffee, Jl Kusuma Bangsa, Kelurahan Caile, selain menghadirkan penulis asal Jeneponto juga menghadirkan Mansur Rahim sebagai pembincang. Turut hadir wakil ketua PKK Bulukumba (Siti Isniyah), Ketua Srikandi (Andi Nurul Syuartiani) serta sejumlah tokoh pemuda dan penggiat literasi Bulukumba dari SSB seperti Andika Mappasomba, Ahmad Muthahir, Basmawati Haris dan sederetan nama lainnya serta dari kelas inspirasi.

Pada kesempatan ini, Khrisna membeberkan perjalanan karirnya di dunia menulis. Tidak sedikit hambatan, namun berkat keinginan dan kerja keras, dan tentunya banyak belajar ia berhasil membukukan tulisannya. Mulai dari kumpulan cerpen, sajak, puisi hingga beberapa novel. Pria ber kacamata ini juga membagikan tips dalam menulis. Agar ide yang ada dalam benak bisa dituangkan dalam tulisan dengan struktur kata yang yang diolah dengan rapi.

Penggiat literasi, Basma mengatakan, Bulukumba patutnya bangga karena ada penulis yang sudah menasional meluangkan waktu datang ke daerah ini untuk berbagi ilmu. Namun melihat kunjungan, tampak literasi di Bulukumba masih memprihatinkan. “Senang sekali ada penulis yang datang ke Bulukumba. Ini bisa menjadi ajang perkenalan bagaimana literasi sampai hari ini di daerah kita, karena kehadiran peserta sudah menjadi gambaran seperti apa literasi di Bulukumba,” ujarnya.

Basma berharap ke depan, bukan hanya penulis dari Jeneponto yang bisa menasional. Namun sejumlah nama penulis di Sulawesi paling tidak dari Bulukumba mesti mendominasi. Karena itu, kegiatan yang berlangsung dua jam ini seharusnya menjadi ransangan bagi masyarakat untuk mencintai buku.

Anjar Sumyana Masiga/Radar Selatan.co.id
—————————

To Top