Dikritik Aktivis, Tiba-tiba PLN Ajak Pemuda Dukung Kinerjanya – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Dikritik Aktivis, Tiba-tiba PLN Ajak Pemuda Dukung Kinerjanya

Dengar pendapat PLN bersama KNPI, HMI dan PMII

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Sejumlah aktivis dari Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI) bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menghadiri undangan dengar pendapat PLN Cabang Bulukumba. Jumat (03/06/2016).

Dalam pertemuan di aula PLN tersebut, hujan kritikan keluar dari sejumlah aktivis yang berhimpun di KNPI. Aktivis menanyakan sejumlah pelayanan jaringan listrik di Bulukumba yang masih jauh dari harapan utamanya didaerah terpencil di Bulukumba.

“UU No.30 tahun 2009 tentang kelistrikan, mewajibkan PLN memberikan ganti-rugi jika terjadi pemadaman listrik. Itupun diperkuat oleh Permen ESDM No 33 tahun 2014, PLN harusnya membayarkan kompensasi ke pelanggan,”ujar Ketua HMI Bulukumba, Rakhmat Fajar.

Ketua PMII Bulukumba, Muh Amin menambahkan selain sering terjadinya pemadaman listrik. Hal yang paling banyak ditemukan soal tidak adanya standar harga KWH.”kita tidak tahu berapa harganya. Dan ada oknum kontraktor listrik yang memainkan harga,”katanya.

Manager PLN Bulukumba Hariadi yang manghadiri diskusi menjelaskan jika PLN tidak punya wewenang untuk menekan para kontraktor asosiasi yang menjadi mitranya.

“Kita tidak punya wewenang menekan Asosiasi, karena itu hak pemerintah daerah, selain itu kita wewenang hanya sampai pemasangan instalasai”

Selain itu Hariadi juga meminta kepada para aktivis untuk membantu menagih para pelanggan yang terbilang nakal dalam melakukan pembayaran listrik pasca bayar. Termasuk meminta pemuda untuk membantu PLN dalam mensosialisasikan beberapa program PLN ke masyrakat.

“Para pekerja dan asisten menejer di PLN ini banyak asli daerah. Jadi semuanya bisa dikomunikasikan dengan baik, kita kan bisa bekerjasama membesarkan PLN,”pinta Haradi.

Terpisah, Pengurus KNPI, Irwanto mengaku kalau penjelasan yang diberikan pihak PLN hanyalah kedok untuk menutupi kebijakan yang mencekek masyarakat.”kenapa baru saat kami datang mempertanyakan, PLN baru mau megadakan sosialisasi dan mendatangi daerah-daerah di pelosok. Ada apa ini?,”ujarnya.

Fajar RFR

To Top