Bedah Rumah Di Desa Tanah Toa Rugikan Negara Rp651 Juta. Etzzz Tersangkanya Siapa ?? – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Bedah Rumah Di Desa Tanah Toa Rugikan Negara Rp651 Juta. Etzzz Tersangkanya Siapa ??

Penyidik Tipikor Polres Bulukumba, Bripka Muh Ali, didampingi Humas Polres Bulukumba, AKP H Syarifuddin, saat mengumumkan kerugian negara kasus bedah rumah.

 

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Polres Bulukumba, akan segera menetapkan tersangka dugaan korupsi bedah rumah di Desa Tanah Toa, Kecamatan Kajang. Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sudah mengeluarkan kerugian negara mencapai Rp 651 juta.

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah itu berasal dari Kementerian Perumahan Daerah Tertinggal (PDT), dengan anggaran sebesar Rp 27 miliar, bergulir sejak tahun 2013 silam. Penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba, Bripka Muh Ali menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengantongi hasil audit kerugian negara dalam kasus bedah rumah di Kacematan Kajang.

Untuk penyidik Polres sendiri, pihaknya menjadikan Desa Tanah Toa sebagai salah satu sampel dari 19 desa diKacematan Kajang , untuk diusut dugaan korupsi bedah rumah. Sementara untuk Kejaksaan Negeri Bulukumba, mengusut kasus bedah rumah yang ada di Desa Maleleng, Kajang.

”Jadi kerugian negara untuk desa Tanah Toa, yaitu Rp651 juta. Itu berdasarkan perhitungan kerugian negara oleh BPKP. Kasusnya sudah kita tingkatkan ke penyidikan sejak 2015, lalu. Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan gelar kasus untuk menetapkan tersangka,” jelas Muh Ali, belum lama ini.

Ali menambahkan, pihaknya senagaja menjadikan Desa Tanah Toa sebagai salah satu sampel tujuan penyelidikan, karena Desa Tanah Toa yang mendapatkan anggaran paling besar yakni Rp2,4 miliar dari 301 kepalakeluarga (KK) penerima manfaat. Berdasarkan hasil penyelidikan pihaknya selama ini memang ditemukan ada beberapa warga yang sama sekali tidak mendapatkan bantuan.

”Jadi yang paling maksimal itu ada yang dapat sampai Rp 6 juta. Ada juga hanya Rp2 juta dan Rp3 juta saja. bahkan ada yang tidak mendapat sama sekali,” jelasnya.

Humas Polres Bulukumba, AKP H A Syarifuddin menambahkan, kalau kerja yang dilakukan oleh penyidik Tipikor Polres Bulukumba selama ini tidaklah mudah seperti orang bayangkan. Pasalnya, untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dalam kasus BSPS ini, dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk mengumpulkan barang bukti termasuk memeriksa seluruh warga sebanyak 301 orang yang berada di Desa Tanah toa, Kajang.

”Jadi secara keseluruhan itu di Kacematan Kajang anggaranya Rp27 miliar dari hampir 4,000 penerima manfaat. Tapi kita selektif prioritas melakukan penyelidikan yaitu di Desa Tanah Toa, karena anggarannya yang paling besar. Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan umumkan tersangkanya,” katanya.

Fajar RFR

To Top