Kisah Istri Yang Ditelantarkan Suami – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Kisah Istri Yang Ditelantarkan Suami

Ibu Ondeng, warga miskin yang menumpang di rumah warga menanti kelahiran anak ke tiganya. Warga Desa Salemba ini ditelantarkan suaminya sejak pertengahan tahun lalu, kini kondisinya sangat memprihatinkan.

*) Menanti Kelahiran Anak ke Tiga Tanpa Persiapan

Usia kandungan Ondeng, Warga Desa Salemba, ini sudah memasuki sembilan bulan. Namun tidak ada persiapan, seperti tabungan untuk biaya persalinan padahal ia tidak memiliki jaminan kesehatan.
***

Mengunjungi kediaman Ondeng di Dusun Polewali, Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, belum lama ini. Rumahnya berada di jalan poros menuju Desa Padang Loang, tidak jauh dari jalan poros Bulukumba- Bira. Dari pusat keramaian Bumi Panrita Lopi, jaraknya hanya 7,6 km, dapat ditempuh 15 menit dengan kendaraan bermotor.

Siang itu, Ondeng berbaring di balai-balai kolong rumahnya, menemani anaknya yang tertidur pulas. Ia tampak lusuh dengan pakaian kurang layak yang dikenakannya. Melihat tamu mendekat ia pun mendadak ganti pakaian. Kemudian melayani tamu di kolong rumah sambil berbagi kisahnya.

Ondeng ditinggal suami sejak November 2015 lalu. Meskipun enggan secara gamblang menceritakan permasalahan rumah tangganya, ia mengaku hanya hal kecil yang terjadi. Namun dari perselisihan itu, tidak pernah redam hingga kini. Ia menduga ini disebabkan adanya campur tangan dari keluarga besar suami.

“Namanya rumah tangga ada perselisihan. Tapi keluarganya ikut campur jadi begini lah, ada yang mau kami cerai ada juga beberpa keluarga yang mendukung kembali,” ungkap wanita berkulit hitam, berlesung pipi itu.

Selama pisah, ia hanya tinggal dengan kedua anaknya. Anak pertamanya, Yusran yang berusia 5 tahun dan anak keduanya, Ariadi yang masih 1,5 tahun. Hanya saja beberapa bulan kemarin, ia menyerahkan Ariadi kepada suami karena tidak mampu mengurusnya keduanya sekaligus, apalagi dalam kondisi hamil tua.

“Sudah kusuruh bawa ke bapaknya. Kita lihat mi besar sekali saya purut. Apalagi tidak terurus makannya di sini kasihan, nanti kena gizi buruk,” katanya.

Sejak pisah dengan suami, hingga kini belum sepeserpun uang yang diberikan untuk menafkahi keduanya. Untuk bertahan hidup, ia hanya mengandalkan belas kasihan dari para dermawan. Pemerintah waktu itu, juga ikut membantu kesulitannya. Bahkan untuk pemeriksaan, meski tanpa KTP, ia tetap mendapatkan pelayanan bidan.

Ondeng berdomisili di Bulukumba sejak tiga tahun lalu, mengikuti pria yang menikahinya. Sebelumnya, wanita asal Bone itu merantau ke Kalimantan dan bertemu jodoh. Selain KTP kalimantan, ia tidak memiliki kartu identitas lainnya seperti KK. Apalagi, tidak ada pengantar pindah domisili dari daerah sebelumnya.

Ia tinggal di rumah keluarga suami yang kebetulah tidak ditinggali. Rumah kayu dengan ukuran sekira 9×6 meter, namun ia hanya memakai bagian bawah rumah yang berukurang 5×6 meter. Tidak ada sekat antara ruang tamu dan kamar tidur. begitupun dengan toilet dan juga dapur. Sebuah meja makan berhadapan dengan toilet, di atasnya tampak hampa. Tidak ada makanan hari itu yang tersaji. Dapur kayu yang dipakai memasak sehari-hari juga tak ada kayu bakar. Pakaian di paku, dan sebuah lemari usang.

“Di sini ja tidur. Ia tidak ada kasurnya, biar dulu sama suamiku tidak ada ji memang kasurnya,” jawabnya saat ditanya dimana ruang tidurnya.

Suaminya dulu bekerja sebagai buruh pemecah batu, penghasilannya tidak jelas. Sehingga selama akur, ia juga tidak memiliki biaya cukup untuk kehidupan sehari-hari. Tak ada yang bisa ditabung dari hasil pekerjaan serabutan sang suami, untuk menafkahi empat orang dalam keluarganya. Namun kala itu, ia tak pernah berharap bantuan.

“Ini ada listrik nyambung ji. Dulu sama suami, dibayar bulan-bulan tapi sekarng tidak juga dikasih bayar kita,” katanya.

Di usia kandungan 9 bulan, Ondeng kini menanti hari untuk kelahiran anak ke tiganya. Namun tak ada persiapan, tak ada tabungan dan lainnya untuk biaya nanti. Karena itu bagi dermawan yang tergerak hatinya untuk membantu bisa menyalurkan bantuannya melalui secara langsung.

Anjar Sumyana Masiga

To Top