Mengenal Manfaat Puasa Bagi Tubuh – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Mengenal Manfaat Puasa Bagi Tubuh

* Hidup Sehat, Dapat Pahala

Selain mendulang pahala di bulan suci Ramadan, kewajiban berpuasa bagi umat muslim banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia. Baik bagi kesehatan fisik maupun psikis.

Dampak ilmiah puasa bagi kesehatan tubuh ternyata begitu banyak. Dalam rilisnya, dokter Amrullah menulis sembilan manfaat kesehatan yang mungkin belum diketahui oleh masyarakat luas.

Menurut Amrullah, penyakit jantung terjadi karena terhentinya aliran darah yang mengalir ke jantung sehingga dapat menyebabkan beberapa sel jantung menjadi mati. Penyakit jantung biasa disebabkan oleh kebiasaan buruk seperti merokok, terlalu banyak mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi dan kurang istirahat.

“Ketika kita berpuasa, terjadi peningkatan HDL (High Density Lipoprotein) yang merupakan kolesterolbaik, dan terjadi penurunan LDL (Low Density Lipoprotein) yang merupakan kolesterol jahat bagi tubuh. Menurut penelitian CHRONOBIOLOGICAL ternyata hal tersebut dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah,” ujarnya.

Penyakit jantung sendiri menjadi penyebab nomor satu kematian orang dewasa di Amerika. Setiap tahunnya ada sekira 478.000 orang yang meninggal karena serangan jantung koroner. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa semua resiko itu dapat dicegah dengan menjalankan puasa.

Pengendalian hawa nafsu sendiri diyakini dapat mencegah penyakit kronis. Sebab pikiran akan tenang dan dapat mengurangi kadar adrenalin dalam tubuh. Dengan berkurannya kadar adrenalin bisa memberikan dampak baik bagi tubuh. Mencegah pembentukan kolesterol dan kontraksi empedu yang lebih baik dimana hal tersebut bisa mengurangi resiko penyakit yang terjadi pada bagian jantung, pembuluh darah dan otak, misalnya stroke, jantung koroner dan yang lainnya.

Seseorang yang terlalu banyak makan, kata Amrullah, biasanya akan merasa cepat lelah dan sering ngantuk sehingga bisa membuat suntuk melakukan segala bentuk aktivitas. Dengan menjalankan ibadah puasa, hati dan fikiran akan menjadi lebih tenang dan proses berfikirpun pun akan melambat. Berdasarkan penilitian, proses berfikir yang melambat justru akan membuat otak bekerja lebih tajam, kreatif dan memaksa kita untuk berfikir lebih kritis.

“Hal ini sudah dibuktikan oleh sekelompok mahasiswa di University of Chicago yang diminta melakukan puasa selama tujuh hari. Selama berpuasa, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai REMARKABLE,” katanya.

Secara ilmiah melaksanakan ibadah puasa juga bisa berdampak baik bagi pengurangan berat badan. Berpuasa dapat membuat saluran usus dalam tubuh menjadi lebih bersih dari sisa endapan makanan yang jika kadarnya berlebih dapat menjadi lemak dalam perut. “Selain mengurangi kegemukan, manfaat lain dari puasa yaitu dapat menjaga dan memperbaiki sistem pencernaan sehingga proses metabolisme menjadi lebih lancar,” jelasnya.

Dalam tubuh terdapat terdapat Neuroglial cells, merupakan suatu sel yang berfungsi sebagai pembersih dan penyehat otak. Ketika seseorang menjalankan puasa, maka sel neuron yang rusak atau mati akan dibersihkan oleh sel tersebut, sehingga bermanfaat bagi kesehatan mental seseorang.

Salah seorang ilmuwan kejiwaan, Dr Ehret menyatakan bahwa beberapa hari berpuasa akan memberikan dampak pada kesehatan fisik dan lebih lanjut untuk mendapatkan kesehatan mental, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari. “Jadi puasa itu sebagai pencegah dan penyembuh penyakit mental,” katanya.

Suatu penelitian membuktikan bahwa saat menjalankan puasa, akan terjadi peningkatan jumlah limfosit-B hingga 10 kali lipat dari sebelumnya. Hal dapat memperkuat sistem imunitas sehingga dapat terhindar dari infeksi berbagai virus entah itu dari lingkungan maupun yang terbawa dalam setiap makanan yang dikonsumsi. “Walaupun keadaan tubuh menjadi lemas, tapi ternyata berpuasa dapat meningkatkan antibody pada tubuh. Jadi dengan puasa kekebalan tubuh meningkat,” ujarnya.

Saat berpuasa asupan air tubuh menjadi terkontrol sehingga kekuatan osmosis urin dapat mencapai 1000 – 12000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tersebut ginjal yang merupakan penyaring zat berbahaya dari makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi sehat dan berfungsi secara maksimal.

Dengan menjalankan puasa, setidaknya konsumsi gula dan makanan berlemak lebih terkontrol dan dikurangi. Ini bermanfaat bagi kesehatanya karena mengembalikan keseimbangan kadar gula dan kolesterol dalam tubuh. Sehingga dapat mencegah obesitas atau kegemukan dan diabates yang disebabkan oleh kandungan atau kadar gula berlebihan.

Menjalankan puasa secara rutin dan teratur dapat meningkatkan produksi sel penetral alami yang salah satunya dapat meyembuhkan penyakit encok secara perlahan. Bahkan suatu penelitian menemukan adanya keterkaitan antara meningkatnya kemampuan sel penetral yang berfugsi sebagai pembasmi bakteri, dengan membaiknya radang sendi yang dapat menjadi penyebab encok.

Demikian informasi kesehatan ini terkait manfaat puasa bagi kesehatan tubuh, kata Amrullah diharapkan bisa menjadi motivasi untuk menjalankan ibadah puasa. Sebab selain dari kewajiban, manfaatnya kembali pada umat yang menjalankan ibadah puasa itu sendiri.

Anjar Sumyana Masiga

To Top