Penyidik Target Dua Tersangka Bedah Rumah Yang Rugikan Negara Rp651 Juta – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Penyidik Target Dua Tersangka Bedah Rumah Yang Rugikan Negara Rp651 Juta

RADAR SELATAN, CO.ID BULUKUMBA — Penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba, menarget dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi bedah rumah di Desa Tanah Toa, Kecamatan Kajang.
Penyidik Tipikor Polres Bulukumba, Bripka Muh Ali, melalui Humasnya, AKP H Syarifuddin menjelaskan, penetapan tersangka baru akan dilakukan setelah penyidik menuntaskan pemeriksaan terhadap 19 saksi dalam kasus beda rumah di Tanah Toa. Rencananya penetapan tersangka tersebut dilakukan dalam waktu dekat ini.

Kendati kasus tersebut telah ditingkatkan ketahap penyidikan termasuk telah keluarnya audit kerugian negara, namun kepolisan mengaku masih melengakapi sejumlah prosedur lainnya sebelum tersangka ditetapkan. ”Jadi kita periksa sekarang 19 saksi, mereka merupakan ketua-ketua penerima bantuan beda rumah di Tanah toa,” ujarnya, Rabu 8 Juni 2016, kemarin.

Dari pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti-bukti, penyidik mengaku telah mengantongi dua nama calon tersangka. Hanya saja pihaknya mengaku belum mau mempublikasi nama-nama tersangka sebelum seluruh tahapan dilakukan.

Selain itu, alasan kekhawatiran para tersangka melarikan diri. ”Jangan sampai kita sebut namanya duluan sebelum semua prosedur dilalui. Calon tersangkanya nanti melarika diri, sehingga akan mempersulit kami di penuntasan kasus ini,” ujarnya.

Syarifuddin menambahkan, kedua calon tersangka tersebut merupakan pengelola bedah rumah sendiri, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain pasca penetapan nantinya. Hal itu dikarenakan kasus korupsi dilakukan secara sistematis dan dilakukan beberapa orang.

Untuk saat ini, pihaknya juga mengaku kelapangan untuk menyita sejumlah surat-surat penting seperti bukti pembelian material dan bukti pencairan. ”Sebenarnya ini sudah digelar kasus di Polda, tapi dalam penetapan nantinya kita akan gelar kasus lagi. kita tidak bisa pastikan kapan penetapannya, yang jelas secepatnya setelah 19 saksi ini diperiksa,” tambahnya.

Sekedar diketahui, kalau kasus bedah rumah di Desa Tanah Toa, Kacematan Kajang, menggunakan anggaran sebesar Rp2,4 miliar dari 301 penerima manfaat. Dari hasil pemeriksaan keuangan BPKP, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 651 juta. (**)

Fajar RFR

To Top