Bantaeng Jadi Model Pengembangan SLRT – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bantaeng

Bantaeng Jadi Model Pengembangan SLRT

WORKSHOP. Wakil Bupati Bantaeng, HM Yasin (tengah) dan Local Governance Coordinator Seknas SLRT, Widya Pudji Setyanto (kiri) hadir dalam rakor dan workshop SLRT di Baruga Karaeng Latippa, Hotel Marina Beach Bantaeng, Kamis 9 Juni. Tampak Kepala Dissonakertrans Bantaeng, Syahrul Bayan (kanan) menyampikan laporan dari UPT SPMKS Sipakatau.

RADAR SELATAN.CO.ID BANTAENG — Dinas Sosial, Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Dissonakertrans) menggelar rapat koordinasi dan workshop Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di Baruga Karaeng Latippa, Hotel Marina Beach Bantaeng, Kamis, 9 Juni 2016. Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Bantaeng, H Muhammad Yasin.

Hadir Local Governance Coordinator Seknas SLRT, Widya Pudji Setyanto, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dissosnakertrans) Bantaeng, Syahrul Bayan yang juga selaku kepala sekretariat UPT SPMKS Sipakatau atau menejer daerah SLRT Kabupaten Bantaeng, dan sejumlah kepala SKPD, ketua Bazkab, Korwil I PKH Sulawesi Selatan, dan peserta lainnya.

Kepala Dissonakertrans Bantaeng, Syahrul mengatakan, kegiatan ini menghasilkan beberapa rekomendasi terkait pelaksanaan SLRT periode September 2015 hingga Juni 2016. Pelaksanaannya berjalan dengan baik dan sesuai harapan, beberapa perbaikan di struktur kelembagaan dan layanan, perencanaan dan penganggaran, perbaikan regulasi kelembagaan serta tantangan selanjutnya. Bantaeng menjadi pilot project SLRT 2015 dan selanjutnya menjadi model pengembangan di 2016 hingga 2019.

“Ini memang layak dibuktikan dengan beberapa kabupaten kota telah datang di UPT SPMKS Sipakatau Bantaeng melakukan studi komparasi dan sekaligus menjadi salah satu objek pembelajaran SLRT di Indonesia,” ujarnya.

Dalam uji coba selama periode September 2015 hingga 9 Juni 2016, kata Sahrul, data dasar pelaksanaan penanggulangan kemiskinan masih menggunakan PPLS 2011 sebesar 11.778 RTM (Rumah Tangga Miskin) atau 32.246 jiwa. Dengan hadirnya SLRT melalui UPT SPMKS Sipakatau Bantaeng, telah dilakukan verifikasi dan validasi data di desa dan kelurahan di Bantaeng oleh 67 fasilitator sebesar 13.300 Jiwa.

“Kelurahan ada 1.424 jiwa untuk program nasional melalui Pusdatin Kemensos, usulan program 12.819 jiwa untuk program perlindungan sosial, dimana verivali dimaksud dengan menggunakan tablet android dan menggunakan aplikasi Selaras,” kata Syahrul.

Selain itu, UPT SPMKS Sipakatau Bantaeng, yang merupakan kelembagaan pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Perbup No.28/2014 ini, juga telah menangani berbagai kasus. Serta pengaduan PMKS, layanan penanggulangan kemiskinan dibidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi dan permasalahan lainnnya. Melalui MoU dengan Baznaskab, Disdukcapil, Disdikpora, Diskes (BSB), dan keterlibatan Tim PKK Kabupaten Bantaeng.

Anjar Sumyana Masiga

To Top