Soal Korupsi Bedah Rumah, HMI-PMII Nilai Polisi Hanya PHP – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Soal Korupsi Bedah Rumah, HMI-PMII Nilai Polisi Hanya PHP

ilustrasi (int)

RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Belum adanya nama tersangka yang ditetapkan pihak penyidik Polres Bulukumba, dalam kasus bedah rumah di Tanah Toa, Kajang. Mengundang reaksi dari sejumlah kalangan aktivis, mereka menyebut polisi hanya memberi harapan palsu kepada masyrakat.

Ketua PMII Bulukumba, Muh Amin menerangkan belum adanya nama tersangka dalam kasus bedah rumah di Tanah Toa, Kajang, sedang kasusnya sendiri telah ditingkatkan ke penyidikan menjadi salah satu bukti kurang seriusnya polisi dalam mengusut tuntas kasus tersebut. Sebagai masyrakat awam, tentu peningkatan status sebuah kasus penyidikan tentulah diasosiasikan kalau kasus tersebut telah ada tersangkanya.

”Ini kan PHP namanya, penyidik hanya janji-janji terus akan menetapakan dua tersangka, tapi sampai saat ini belum ada padahal kan kita mau tahu siapa mereka yang mengambil uang rakyat. Kan biasa penyidik juga yang kasi pemahaman kalau namanya kasus itu penyidikan maka sudah ada tersangka,”katanya.

Ilham Ilho aktivis HMI Buukumba, menambahkan penetapan tersangka sangat penting dilakukan terlbih lagi harus perlu di espos ke publik. Tujuanya agar masyrakat mengetahui progres kinerja kepeolisan dan sejauh mana proses suatu kasus. Jika selama ini penyidik beralasan penetapan tersangka terkendala hasil audit kerugian negara dan kasusnya masih dalam peneyelidikan maka sah-sah saja jika sampai saat ini belum ada tersangka.”Ini polisi mengaku sudah memeriksa 301 warga penerima manfaat ditambah ada hasil audit kerugian negara dari BPKP, kasusnya suduh ditingkatan, eh belum ada tersangka, ada apa ini?,”ujarnya.

Dia menambahkan, ada kekhawatiran pihaknya kalau kasus ini sengaja di ulur-ulur sampai pada akhirnya kasus ini terlupakan. ” kami tidak mau tahu kalau sampai ini disengaja diperlambat sampai pada akhirnya calon tersangka kabur, maka polisi harus bertanggunjawab,”cetusnya.

Humas Polres Bulukumba, AKP H A Andi Syarifuddin membantah jika pihaknya senagaja mengulur-ulur penuntasan kasus ini, saat ini lanjut dia, kalau pihaknya sementara megumpulkan bukti pendukung termasuk memeriksa sejumlah saksi lagi sebelum penetapan tersangka, apalagi memang saat ini pihaknya telah menyiapkan penetapan terhadap dua calon tersangka dalam kasus bedah rumah ini. ”Kami minta sabar lah, dan tidak mungkin kasus ini dihentikan apalagi sudah ditingkatkan ke penyidikan, tinggal beberapa prosedur yang kita penuhi setelah itu kita akan espos tersangknya,”ujarnya.

Sementara itu dari informasi yang dihimpun Radar Selatan, dari sumber yang enggan disebutkan namanya kalau dua orang yang dicurigai bakal menjadi tersangka karena keduanya merupakan pengelolah diinformasikan akan meninggalkan Kabupaten Bulukumba. ”Yah kami curiganya begitu karena dua orang ini memang pengelolah bedah rumah di desa tanah toa, inisialnya S dan A. Tapi ini dugaan warga saja. Yang berhak menentukan tersangka kan Polisi, kita hanya beharap kasus ini di ungkap tuntas,”ujar Warga Kajang yang enggan dipublis namanya dengan alasan keamanan

Fajar RFR

To Top