Kodim 1411, Amankan 10 Ton Pupuk Bersubsidi – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Kodim 1411, Amankan 10 Ton Pupuk Bersubsidi

AMANKAN. Kodim 1411 Bulukumba berhasil mengamankan 10 Ton pupuk bersubsidi di kelurahan Palampang Kecamatan Rilau Ale, yang hendak dijual keluar Bulukumba, dengan harga non subsidi
RADAR SELATAN.CO.ID BULUKUMBA — Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kodim 1411 Bulukumba berhasil mengamankan 10 Ton pupuk bersubsidi di kelurahan Palampang Kecamatan Rilau Ale. Diduga pupuk tersebut hendak dijual keluar daerah Bulukumba, dengan harga non subsidi.
Penangkapan itu setelah TNI mengendus pergerakan yag telah diintai selama tiga hari lamanya. Pupuk bersubsidi yang diperuntukkan untuk para petani Bulukumba tersebut rencananya akan di bawa ke Kabupaten Bone, yang kemungkinan akan diperjual belikan dengan harga non Subsidi
Kepala Staf (Kasdim) Kodim1411 Bulukumba, Mayor ARM Arfan T, yang dikonfirmasi mengungkapkan jika penangkapan pupuk bersubsidi milik Bulukumba tersebut berawal dari laporan dari masyarakat dan kecurigaan anggota TNI yang melihat mobilitas yang aktif di kios Sratani di kelurahan Palampang Kecamatan Rilau Ale sebagai tempat mengambil pupuk. Dan alhasil berhasil digagalkan sebanyak 194 zak atau sebanding dengan 10 ton pupuk bersubsidi yang rencananya akan dibawa ke Kabupaten Bone.
Dari hasil tangkapan tersebut, TNI berhasil meringkus 4 sopir yang membawa pupuk jenis  Urea sebanyak 33 zak,  Sp 36 sebanyak 107 zak, ZA 12 zak, NPK Poska 40 zak dan jenis pupuk Mpk pelangi sebanyak 2 zak, dengan  tolal 194 zak dengan berat persaknya 50 kg. Meski dia akui sebanyak 1 mobil pick up berhasil lolos setelah pergerakan anggota TNI yang tercium dilapangan.
” Sudah menjadi tugas TNI untuk mengawal dan  berkontribusi kepada pertanian daerah yang salah satu upayanya yaitu memantau distribusi pupuk bersubsidi langsung kepada petani untuk meningkatkan pangan. Yang pastinya ini sudah sebuah pelanggaran karena pupuk yang disubsidikan oleh pemerintah untuk satu daerah di distribusi kedaerah lain padahal sudah ada jatah perdaerah, kita serahkan kepada polisi, semoga saja bisa diproses hukum karena sudah pasti melanggar” ujarnya disela-sela penangkapan 20 Juli malam kemarin.
Untuk mengantisipasi terulangnya maraknya distribusi pupuk bersubsidi tersebut, Kodim 1411 telah memerintahkan Koramil dan Babinsa untuk terus memperketat pengawasan, dan mengaktifkan patroli guna pencegahan hal-hal yang tidak dinginkan terkhusus pemantauan pupuk bersubsidi milik daerah tersebut.
Busra Sopir mobil Pick Up saat diambil keteranganya oleh anggota TNI mengaku tidak tahu menahu soal muataya yang ternyata pupuk subsidi yang hendak akan dibawa menuju Desa sanrego, Kecamatan Kahu Kabupaten Bone.” Tidak kutahu pak, saya disuruhji, saya ambil dari H. Basir di Palampang, untuk dibawa ke Bone” akunya.
Dari tangan  H. Basir di Palampang, Busra mengaku membeli pupuk urea Rp 95 ribu perzaknya, SP 36  Rp 110 ribu, ZA Rp 83 Ribu, NPK Poska 40 Zak, dan NPK Pelangi 120 perzaknya. yang diduga oleh TNI akan dijual dengan harga non subsidi yan dperkirakan sebesar RP 400 ribu perzaknya.
Kasat Reskrim, Polres Bulukumba AKP Muh Hendrik, yang ditemui kantor Makodim 1411 Bulukumba mengaku hingga saat ini belum bisa mengambil kesimpulan terkait distribusi pupuk tersebut, hanya saja pengecer dan distributor pupuk terancam terjerat UU korupsi yang jika terbukti menjual pupuk bersubsidi tersebut.
” Kita belum bisa memastikan, namun untuk sementara barang bukti kita amankan sementara dan sopir akan kita periksa terkait distribusi pupuk tersebut,” ujarnya.
To Top