Korupsi Bedah Rumah Tanah Toa, Polisi Tetapkan Dua Tersangka – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Bulukumba

Korupsi Bedah Rumah Tanah Toa, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

ILUSTRASI (int)]

BULUKUMBA, RADAR SELATAN — Setalah sekian lama berproses dimeja penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor). Akhirnya Polres Bulukumba, menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi bedah rumah, Desa Tanah Toa, Kajang.

Kapolres Bulukumba, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Selamat Riyanto menjelaskan kalau pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus korupsi beda rumah di Desa Tanah Toa, Kajang, dengan anggaran sebesar Rp2,4 miliar. Penetapan itu setalah pihakinya memeriksa sejumlah saksi dan menyita sejumlah berkas pentin. Kendati demikian pihaknya masih enggan mempublis kedua nama tersangka tersebut.

”Sudah ada dua tersangka yang kita tetapkan itu, cuma kita belum bisa sebut karena jangan sampai tersangkanya lari, ”katanya. Selasa 21 Juni 2016 kemarin.

Sementara kemugkinan adanya tersangka tambahan bisa saja terjadi, Pasalnya, dalam setiap kasus korupsi melibatkan lebih satu atau dua orang pelaku. Apalagi memang nilai kerugian negara dalam kasus tersebut cukup besar yakni Rp651 juta. ” Soal tehnis penyidikannya yang lain bisa tanyakan langsung ke penyidiknya, yang pasti ada dua tersangka,”ujarnya.

Sementara itu, Aktivis HMI, Ilham Ilho mengaku pihaknya sendiri belum yakin soal penetapan kedua tersangka. Pasalnya polisi belum berani mengumumkan kedua nama tersangka tersebut. ”Benar atau tidak kita tidak tahu itu, bisa saja polisi bilang sudah ada tersangka, tapi kan kita butuh bukti, kalau sudah ada kan harusnya sebut saja, kenapa kalau kasus korupsi sepertinya dipenggal-penggal?”katanya.

Ilham Ilho melanjutkan, alasan pihak kepolisan yang enggan menyebutkan nama tersangka dengan alasan tersangka melarikan diri, adalah hal yang cukup konyol. Alasanya, jika penyidik benar telah menetapkan tersangka maka seharusnya tindakan penahanan harus sudah dilakukan.

”Kalau sudah ada tersangka kan harusnya ditahan, kalau diulur-ulur lagi jelas tersangkanya akan melarikan diri. Soal penetapan tersangka yang dua orang, masih perlu dicari tahu kebenarannya,”pungkasnya.

Sebelumnya, dari informasi yang dihimpun Radar Selatan, dari sumber yang enggan disebutkan namanya kalau dua orang yang dicurigai bakal menjadi tersangka karena keduanya merupakan pengelolah diinformasikan akan meninggalkan Kabupaten Bulukumba. ”Yah kami curiganya begitu karena dua orang ini memang pengelolah bedah rumah di desa tanah toa, inisialnya S dan A. Tapi ini dugaan warga saja. Yang berhak menentukan tersangka kan Polisi, kita hanya beharap kasus ini di ungkap tuntas,”ujar Warga Kajang yang enggan dipublis namanya dengan alasan keamanan.

 

Fajar RFR

To Top