Print Pencetak Uang Palsu Milik Kantor Desa Turatea Timur – RADAR SELATAN

RADAR SELATAN

Hot News

Print Pencetak Uang Palsu Milik Kantor Desa Turatea Timur

MILIK PEMKAB. Inilah mesin print milik Pemkab Jeneponto yang digunakan mencetak uang palsu oleh keempat pelaku yang ditangkap beberapa waktu lalu. Pada gambar lain tampak uang palsu pecahan Rp 50 ribu yang berhasil diamankan polisi.

RADAR SELATAN.CO.ID JENEPONTO, — Kasus peredaran uang palsu di Kabupaten Jeneponto terus ditelusuri aparat kepolisian setempat. Bahkan, mesin print yang diguankan mencetak uang palsu tersebut diketahui merupakan aset milik kantor Desa Turatea Timur, Kecamatan Turatea.

Hal ini diungkapkan Kapolres Jeneponto, AKB Joko Sumarno yang juga mengaku terkejut dengan temun tersebut. Menurutnya, print tersebut merupakan hasil pengembangan penyidik terhadap kasus ydengan tersangka Andika Kalukuang yang ditangkap di Kelurahan Balangtoa, Kecamatan Binamu, Rabu 22 Juni kemarin.

“Kita juga terkejut, ternyata print yang digunakan adalah milik pemerintah daerah,” kata Joko Sumarno, kemarin.

Print yang kini disita sebagai barang bukti oleh penyidik tersebut bertuliskan ADD 2015. Kapolres mengaku, satu dari empat pelaku diketahui merupakan anak dari kepala desa setempat.

“Satu pelaku itu anaknya ibu desa, namanya Indra,” jelas Joko.

Mantan Kapolres Bangkabelitung ini menambahkan, kasus tersebut masih dalam pengembangan aparat Polda Sulselbar karena kasus serupa juga terjadi di sejumlah daerah di Sulsel. “Namun sampai saat ini juga tetap kita lakukan pemantauan di beberapa lokasi,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jeneponto, Muh Syarif membenarkan bahwa mesin pencetak yang digunakan para pelaku merupakan aset pemkab. “Memang benar ada seperti itu, tapi yang paling mengetahui itu adalah PMD atau bagian aset,” singkatnya.

Sebelumnya, aparat Polres Jeneponto menangkap empat pelaku pembuat dan pengedar uang palsu, yakni Arin (25), Hendra alias Cokis (27), Andi (30), dan Arfan (27). Keempat pelaku merupakan hasil pengembangan dari pelaku sebelumnya, UR (16) yang lebih dahulu ditangkap saat membelanjakan uang palsu pecahan Rp 100 ribu di salah satu toko di daerah tersebut.

Dedi

To Top