Polisi Dibuat Tak Berdaya Oleh Pembegal, Aktivis Siap Ambil Alih – Radar Selatan

Radar Selatan

Bulukumba

Polisi Dibuat Tak Berdaya Oleh Pembegal, Aktivis Siap Ambil Alih

ILUSTRASI (int)

* Beraksi di Siang Hari

RADAR SELATAN.CO.ID  BULUKUMBA, — Kasus tindakan kriminal pembegalan semakin tak terkendali di Bulukumba, membuat polisi seakan tak berdaya. Apalagi, kini telah berani beroperasi di siang hari.

Salah satu bukti kepolisian tak berdaya yakni, tak satupun kasus yang dibongkar dari sekian banyak rentetan kasus pembegalan beberapa pekan terakhir.  Seperti yang terjadi beberapa hari lalu di Jalan Poros Sawere, Borong Jatie, Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang. Seorang gadis asal Desa Bontomacinna, Andi Nurul Ihsani, yang mengendarai motor metik dari arah kota menuju pulang dipepet oleh pelaku yang berboncengan dari arah yang sama, sekira pukul 14.00 Wita.

Pelaku yang berhasil menghentikan kendaraan korban di jalan yang sepi langsung menghunus badik ke leher korban. “Na kasih berhenti motorku. Baru badiknya na kasih di leherku, na ancamkan mau na bunuh kalau tidak kukasih hapeku,” ujar gadis 16 tahun itu.

Setelah memperoleh barang yang diinginkan, pelaku menggunakan helm standar langsung melaju ke kota. “Sudah itu langsung ke kota mi. Kemungkinan na ikuti ka dari kota,” katanya.

Ayah korban, Andi Iccang berharap kejadian yang menimpa anak gadisnya menjadi pembelajaran sehingga tidak berulang pada gadis-gadis lainnya. Ia pun berharap pihak berwajib dalam hal ini kepolisian dapat mengusut tuntas kawanan begal yang mulai mengakar di Bulukumba. “Saya hanya ingin ingatkan untuk berhati-hati, ini pembelajaran dinda. Semoga tidak berulang dan tidak terjadi kepada kita semua,” harapnya.

Dalam rentan waktu yang tidak lama, begal kembali beraksi di Jl Ahmad Yani, tepatnya di depan kantor Kodim Bulukumba, sekira pukul 20.00 Wita. Dari pengakuan Tahir, salah satu dari kerabat korban, Andi Ocha, sejumlah kendaraan bermotor mengikuti sampai di jalan yang gelap. Setelah berhasil melumpuhkan, ia pun mengambil tas yang berisi dompet dan handphone. “Baru-baru kejadiannya yang temanku. Di depan Kodim lagi, baru bawa sajam (senjata tajam),” katanya.

Kejadian yang sama berulang di Jl Ahmad Yani, menjelang sore kemarin. Sebelumnya, warga Jl Teuku Umar yang menjadi korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Setelah berusaha mempertanahkan handphone miliknya dan mengejar pelaku, ia jatuh dari kendaraan. Beberapa lokasi yang pernah ditempati begal beraksi sebelumnya, yakni Jl Labu dan Jl Samratulangi.

Menangapi hal tersebut, Aktivis Pemuda Pancasila, Kahar Muda Daeng Tulolo menjelaskan, tidak adanya keseriusan dari pihak kepolisian menjadi salah satu faktor kasus begal terus terjadi. Menurutnya, jika polisi berhasil menanagkap salah satu dari komplotan begal maka besar kemungkinan akan mampu mengungkap siapa dalang dibalik peristiwa yang membuat resah warga Bulukumba.

”Polisi dan Pemerintah seperti tidak siap dan acuh soal peristiwa ini. Kalau instansi terkait sudah tidak bisa menciptakan rasa nyaman dan aman, kami dari Pemuda Pancasila siap mengambil alih,” ujarnya.

Ketua PMII Bulukumba, Muh Amin mengunkapkan, kasus begal yang kian marak terjadi di Bulukumba, dinilai pihaknya rentetan dari penyalahgunaan narkoba yang marak terjadi, ketidakmampuan pelaku dalam membeli barang haram tersebut, menggiring mereka untuk mendapatkan uang dengan jalan mencuri ataupun membegal.

”Saya yakin ini kejahatan yang rentetan dari kasus satu ke kasus lainnya. Nah tugas polisi untuk mengungkap ini, kita sudah dibuat malu Bulukumba yang dikenal degan syariat islamnya, kini jadi sarang narkoba dan pembegal. Kalau polisi tidak mampu, mandat pemuda biar kita dan masyarakat yang operasi di jalan,” katanya.

Aktifis HMI, Ilham Ilho menambahkan, kasus begal yang marak terjadi akhir-akhir ini jelas telah meresahkan warga Bulukumba. Pihaknya menilai tidak ada keseriusan dari pihak kepolisan terbukti sampai hari ini kasus begal bukannya berkurang justru kian marak terjadi, bahkan masyarakat Bulukumba, seakan tidak bisa lagi menikmati indahnya Butta Panrita Lopi khususnya pada malam hari.

”Kita seperti terkurung di rumah sendiri, mau keluar-keluar khawatir nanti dibegal. Saya juga heran polisi ini ratusan tapi jarang sekali saya lihat ada mobil patroli yang mobile. Makanya saya bilang kalau polisi sudah tidak mampu, beri kami izin dan masyarakat biar kita yang bertindak,”tandasnya.

Humas Polres Bulukumba, AKP H Andi Syarifuddin mengaku, memang saat ini Bulukumba sedang diperhadapkan kasus pembegalan, hanya saja sampai saat ini pihaknya belum berhasil mengungkap siapa dalang dari semua peristiwa tersebut. Olehnya untuk mengsusut tuntas kasus begal pihaknya telah menyebar sejumlah personil termasuk telah membentuk tim khsusus.

”Kalau teman media ada info soal begal beritahu kami,”katanya. Sementara itu ditanya soal kemungkinan pelaku begal merupakan anak dibawah umur yang dilepas beberapa waktu lalu, pihaknya mengaku sedeng melakukan penyeldikan. ”Kita tidak tahu itu, yang pasti semua pelaku begal harus ditindak,” katanya.

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!