Duh, Pemalak di Jeneponto Hanya Diberi Pembinaan – Radar Selatan

Radar Selatan

Hot News

Duh, Pemalak di Jeneponto Hanya Diberi Pembinaan

ilustrasi (int)

RADAR SELATAN.CO.ID JENEPONTO — Puluhan warga meringkus tiga dari enam pelaku pemalakan yang biasa mencegat dan memeras pengendara di Poros Jeneponto-Makassar tempatnya di Kelurahan Pammannyenga, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, Jumat dini hari kemarin. Sayangnya, keenam pelaku yang diserahkan ke polisi hanya diberikan pembinaan.

Informasi yang dihimpun RADAR SELATAN menyebutkan, keenam pelaku ditangkap oleh warga yang resah dengan ulah mereka. Menurut warga, para pelaku sudah dua hari hari terakhir melakukan pemalakan kepada setiap pengendara baik mobil maupun motor yang melintas di jalan provinsi bagian selatan tersebut. Para pelaku meminta uang dan barang berharga milik korban.

“Dua harimi natahan-tahan mobil dan motor yang lewat kodong. Kita juga nabikin ballisi (marah, red) karena nakirami orang itu orang kampung sini (Kelurahan Pammannyenga, red) yang mattahan-tahan, padahal orang Paranglambere, Kelurahan Tonro Kassi Timur,” ungkap seorang warga, Jalil (55) ditemui di Mapolsek Tamalatea, kemarin.

Sementara itu salah seorang pengendara, Rakib Bella (22) yang menjadi korban mengungkapkan, peristiwa pemalakan tersebut terjadi sekira pukul 02.00 Wita dini hari kemarin. Saat itu Ia tengah dalam perjalanan pulang dari Makassar menuju rumahnya yang tak jauh dari lokasi pemalakan.

“Waktu itu natahankan, singgahka karena kukira orang di kampung tonji. Eh, pas singgahkan langsungka namintaika uang dan rokok. Jadi kubilang, ada apa ini bos. Janganmeko mintaika uang saya ka orang di sinija juga,” ungkapnya di hadapan penyidik.

Namun ucapan korban tidak digubris pelaku hingga akhirnya warga yang mengetahui aksi tersebut langsung meringkus para pelaku. Rakib pun meminta kepada polisi untuk memproses pelaku sesuai hkuam yang berlaku karena sudah meresahkan warga khususnya pengendara.  

Hanya saja, Kanit Reskim Polsek Tamalatea, Ipda Basir yang dikonfirmasi mengatakan, para pelaku hanya diberikan pembinaan. Dia beralasan korban baru sebatas melaporkan saja. “Pelaku hanya kita berikan pembinaan. Ada pelapor tapi bukan dari pihak korban. Jadi sementara kita pelajari dulu laporan pihak yang merasa dirugikan,” ujarnya.

Dedi

 

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!